Peran kaum Perempuan termasuk muslimah Indonesia itu sudah dilakukan sejak sebelum kemerdekaan Indonesia dan jelang kemerdekaan Indonesia.
Perempuan memainkan peran penting dalam merawat kebhinnekaan dan keberagaman. Sebab, perempuan memiliki karakteristik yang secara lahiriah bisa mengakomodir perbedaan, mengutamakan cara-cara damai, dan memiliki kemampuan resolusi konflik.
Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlundungan Anak (PPPA) akan mendirikan rumah perlindungan perempuan yang menjadi korban kekerasan di kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
MPR RI meminta semua pihak untuk menentang adanya doktrin ajaran Misoginis atau hater of women yang bernuansa kebencian terhadap kaum perempuan.
Perempuan mengalami masa menstruasi, menyusui, dan melahirkan, yang membuat living cost mereka lebih besar dan beban saat bekerja juga lebih berat.
Tumbuh kembang anak sebagai penerus bangsa tetap merupakan kewajiban besar bagi para perempuan.
Lebih dari setengah juta kasus baru kanker serviks didiagnosis di seluruh dunia setiap tahun, ratusan ribu wanita meninggal karena penyakit tersebut, dan WHO memperingatkan akan meningkat secara signifikan di tahun-tahun mendatang tanpa tindakan.
Mengingat sebagian besar perempuan yang menderita HIV-AIDS merupakan ibu rumah tangga yang tertular dari suami mereka.
Ibu-ibu Perempuan Bangsa tidak hanya sekadar sebagai seorang ibu yang mengurus anak, suami, dan keluarga, tetapi juga tokoh di kecamatan masing-masing, bahkan mempunyai majelis taklim.