Dengan segala keterbatasan, salah satu senjata pamungkas yang mereka miliki adalah tekad baja untuk membela martabat bangsa.
Negara yang menentang TPNW mengklaim perjanjian tersebut tidak memperhitungkan masalah yang harus diselesaikan terlebih dahulu untuk mencapai perlucutan senjata nuklir yang berkelanjutan dalam skala global.
Iran akan menjual senjata ke negara-negara yang dibenci oleh Amerika Serikat (AS), jika mereka memintanya.
Penjualan senjata ke Iran akan melanggar resolusi PBB dan mengakibatkan sanksi, beberapa jam setelah Teheran mengumumkan, embargo PBB yang sudah lama pada perdagangan senjata dengan republik Islam itu telah berakhir.
Armenia dan Azerbaijan dilaporkan saling menyerang karena melanggar gencatan senjata kemanusiaan baru dalam memperebutkan daerah kantong pegunungan Nagorno-Karabakh,
Pernyataan tersebut memperjelas bahwa pembatasan pencabutan senjata dan larangan perjalanan dirancang untuk menjadi otomatis tanpa diperlukan tindakan lain.
Ketegangan antara Washington dan Teheran telah meningkat sejak Presiden AS, Donald Trump pada 2018 secara sepihak menarik diri dari kesepakatan itu.
Pasukan pro-pemerintah di Yaman menggagalkan operasi penyelundupan senjata ke Dewan Transisi Selatan (STC) yang didukung UEA
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu meminta rekannya dari Rusia Sergey Lavrov untuk menekan Armenia agar mematuhi gencatan senjata.
Iran menyerukan Azerbaijan dan Armenia supaya menghentikan eskalasi militer, dan mematuhi gencatan senjata antara kedua negara.