Tujuan pemberian bibit unggul itu, lanjut Amran, juga sebagai langkah untuk mengembalikan kejayaan rempah-rempah yang dulu pernah jaya pada 1602 silam.
Selain itu, sambung Hanif, berorganisasi juga mampu mengasah keterampilan mahasiswa agar memiliki sifat responsif.
Amran juga melepas bantuan ke petani Cianjur sebanyak 58 truk yang terdiri dari benih padi, jagung pakan, jagung manis, kedelai, bawang putih, kangkung dan cabai rawit, bibit manggis, alpukat, kopi, bibit ayam (DOC) plus kandang, obat-obatan dan pakan, bantuan juga anak ayam serta kambing
Jumlah ayam itu merupakan jumlah terbesar yang pernah dibagikan Menteri Amran selama kunjungan ke daerah-daerah di seluruh wilayah tanah air. Hal itu sebagai bentuk kecintaan Mentan kepada masyarakat Cianjur.
Untuk mendapatkan pemimpin yang baik, menurut Mahyudin masyarakat harus menggunakan hati nurani dalam menentukan pilihan. Harus dilihat bobot, bibit dan bebet. Bukan semata karena bantuan sembako atau uang transportasi.
Untuk mengatasi hal tersebut, Kementerian Pertanian melalui Dirjen Perkebunan membuat program BUM 500 (Benih Unggul 500 Juta) dalam enam tahun ke depan dimulai 2019 hingga 2024 mendatang. Program itu untuk membuat logistik benih, menyediakan dan mendistribusikannya.
Kebijakan pemerintah ini bertujuan untuk menjamin mutu dan keamanan pakan, dalam rangka melindungi konsumen dari kerugian akibat pakan yang dihasilkan bermutu rendah.
Dengan adanya korporasi dari petani, menurut Kadis, akan mengangkat teh dihilirnya sehingga teh yang dihasilkan akan memiliki daya saing dan nilai jual yang tinggi. Tentu hal itu akan menambah pendapatan para petani.
Dalam acara sosialisasi yang dihadiri ratusan masyarakat Kota Bangun, Mahyudin menyebut bahwa Pancasila adalah alat pemersatu bangsa.
Pertemuan Sesjen MPR dengan komunitas Tikus Pithi Hanata Baris berlangsung setelah sebelumnya, Ketua MPR menerima dan menyampaikan orasi dihadapan masa aksi yang menuntut capres cawapres independen