Jakarta - Sejak resmi menyatakan mengusung pasangan cagub-cawagub petahana DKI Ahok-Djarot, rumor berkembang PDIP akan mengambil alih posisi ketua tim pemenangan kandidat usungannya. Sebelumnya, ketua tim pemenangan Ahok ditempati kader Golkar, Nusron Wahid.
Masuknya PDIP dapat dibaca akan mempengaruhi perubahan pada struktur tim pemenangan Ahok yang saat ini ketuanya diisi oleh kader Golkar, Nusron Wahid.
Kader PDI Perjuangan (PDIP) mengirim surat terbuka kepada Megawati Soekarnoputri. Surat tersebut sebagai penolakan terhadap pencalonan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Meski dinilai berhasil memimpin Kota Surabaya, namun Partai Golkar meragukan kemampuan kader PDI Perjuangan Tri Rismaharini memimpin DKI Jakarta.
PDIP dikabarkan akan mengusung pasangan calon petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan wakilnya Djarot Saiful Hidayat di Pilkada DKI 2017. Bagaimana sikap kader PDIP khususnya warga DKI?
Wakil sekretaris jenderal DPP PDIP Eriko Sotarduga menjelaskan sebelumnya PDIP lebih mengedepankan opsi untuk mengusung kader sendiri.
Front Wong Cilik Bicara mendesak Megawati Soekarnoputri untuk tidak memberikan rekomendasi kepada Ahok dalam Pilgub 2017. Kader internal partai harus didahulukan.
Budyatna juga menyebut menteri perhubungan dari non-parpol Ignatius Jonan. Dia hanya banyak melontarkan wacana dan tidak punya inisiatif membuat kebijakan.
Taruna Merah Putih (TMP) sebagai sayap partai PDIP Kabupaten Bekasi yang dihadiri sekitar 250 kader muda akan memenangkan pasangan TB Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) pada Pilgub Jabar 2018.
Ketua DPR RI, Puan Maharani dinilai sebagai sosok yang tepat untuk diusung sebagai calon presiden (capres) pada Pilpres 2024. Bukan saja kader terbaik PDI Perjuangan (PDIP), Puan juga salah satu tokoh terbaik nasional saat ini.