Kolaborasi antara kebutuhan dan kemampuan merupakan langkah awal peningkatan sumber daya manusia (SDM).
Upaya pemerintah pusat membantu pengembangan industri pertanian di NTB, tak semata terkait peningkatan ketahanan pangan, tapi juga untuk mempertahakan kemandirian dan kedaulatan pangan.
Rakor ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan MoU terkait pengembangan dan peningkatan produksi susu segar yang telah dilaksanakan pada tanggal 1 Maret 2021 lalu.
Sebanyak 100 orang petani dan penyuluh angkatan pertama mengikuti kegiatan Bimtek Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh di Hotel Wiwi Perkasa II, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Kepala Pusat Penelitian Setjen DPR RI Indra Pahlevi mengatakan, perlu ada peningkatan kapasitas para pejabat fungsional dan peneliti pada umumnya, dalam rangka mendukung tiga fungsi dewan (fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan) yang didasarkan atas hasil riset.
Program ini diharapkan dapat menyentuh langsung kebutuhan publik, sehingga dapat memberikan peningkatan ekonomi masyarakat, pengentasan kemiskinan, dan penyediaan lapangan kerja.
Sinergi ini adalah bentuk nyata merealisasikan arahan dan visi Presiden untuk mengakselerasi upaya peningkatan kualitas SDM pertanian berbasis teknologi.
Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengatakan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu fokus Kementan.
SDM merupakan pengungkit peningkatan produktivitas pertanian terbesar yang mampu menyumbang 50 persen
Kabupaten Gresik turut mendukung peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur. Dukungan dilakukan melalui Peraturan Daerah (Perda) Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Gresik.