Baru-baru ini masyarakat Indonesia terutama umat Islam Indonesia kaget bukan kepalang dan geram dengan munculnya isu bahwa ada sekitar 40 masjid yang diduga menyebarkan ajaran radikalisme dan intoleransi.
Bahkan ada beberapa website radikal yang menginstruksikan anggota ISIS Marawi untuk pindah ke Indonesia.
Guna mencegah masuknya pengaruh paham radikal ke dalam institusi pendidikan, Anggota Komisi X DPR RI Mujib Rohmat mengatakan bahwa dirinya sudah mengusulkan agar dilaksanakan sebuah diskusi antara Komisi X DPR dengan Mendikbud.
Sedangkan lapisan pertama yakni ideolog. Dimana, lapisan ideolog memberikan paham-paham radikal untuk berbuat aksi terorisme.
Islamic State in Irak and Syria (ISIS) dikenal sebagai organisasi teroris paling radikal yang belakangan menyebar ke sejumlah negara. ISIS disebut sebagai ciptaan Amerika, Inggris, dan Israel.
Secara garis besar, rekomendasi tersebut berisi tiga poin yaitu langkah preventif (pencegahan), pemetaan (mitigas), dan post radikal (tindak lanjut).
Sangat keliru dan sangat ngawur jika sampai ada yang mempersepsikan Islam sebagai intoleran dan radikal.
Stigma bahwa Islam itu radikal dan Indonesia itu intoleran jelas salah alamat.
Zulkifli Hasan tegaskan yang seharusnya disebut radikal adalah Donald Trump, bukan Ummat Islam.
Israel membuka kemungkinan bersekutu dengan kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) untuk melawan Iran.