KPK turut menangkap enam orang dalam operasi senyap itu.
Empat di antaranya merupakan penyelenggara negara dan dua lainnya pihak swasta
Operasi senyap itu diduga menyeret nama Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor.
KPK belum menjelaskan lebih lanjut mengenai operasi senyap ini.
Penyelenggara negara ditangkap dalam operasi senyap itu,
Adapun langkah itu terkait dengan perkara dugaan korupsi pemanfaatan aset Pemprov NTT.
Dengan demikian, implementasi BTU Pendidikan Pancasila yang menitikberatkan pada Pancasila dalam tindakan diharapkan dapat mampu mengokohkan para pelajar terhadap pengetahuan, keyakinan dan habituasi.
KPK juga mendalami soal transaksi suap dalam pengurusan dana hibah tersebut.
Bukti itu disita penyidik melakukan serangkaian penggeledahan di beberapa lokasi.
KPK telah menerbitkan sprindik terkait perkara ini pada 5 Juli 2024.