https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Misi Mustahil Sang Juru Kunci

Redaksi | Selasa, 07/07/2020 22:04 WIB



 Klub asal Catalan tersebut kini berada di tepi jurang degradasi, dengan jarak 11 poin dari zona aman. Espanyol (Foto: AFP/PAU BARRENA)

Madrid, Jurnas.com - Hidup di bawah bayang-bayang Barcelona bukan satu-satunya mimpi buruk Espanyol. Klub asal Catalan tersebut kini berada di tepi jurang degradasi, dengan jarak 11 poin dari zona aman.

Dengan empat pertandingan tersisa musim ini, Espanyol mau tidak mau harus memenangkan semua laga tersebut. Namun catatan di atas kertas membuat misi tersebut setengah mustahil, mengingat klub asuhan Francisco Rufete itu akan bertolak ke Camp Nou, markas Barca pada Kamis (9/7) lusa.

Pun jika klub berjuluk Los Periquitos itu menang di kandang sang raksasa La Liga, Espanyol masih harus menghadapi Valencia, Eibar, dan Celta Vigo di pertandingan berikutnya.

Baca juga :
Lewandowski Resmi Berpisah dengan Barcelona Musim Depan

Dikutip dari AFP pada Selasa (7/7), Espanyol belum pernah sekalipun mengalahkan Barcelona di La Liga sejak 2009, ketika dulu tim itu dilatih oleh Mauricio Pochettino.

Hasil buruk klub tersebut menyebabkan Federasi Klub Pendukung Espanyol minggu menyatakan kecewa dengan pemilik klub saat ini.

Baca juga :
Simeone Bangga Atletico Dua Kali Singkirkan Barcelona Musim Ini

Grup Rastar China, membayar 60 juta euro (US$67,7 juta) untuk kepemilikan 54 persen saham klub pada Januari 2016. Dan sekarang, grup tersebut sudah memiliki hampir 100 persen saham.

"Kami telah sangat marah dengan musim memalukan ini, yang terburuk dalam sejarah kami," kata federasi, yang telah meminta presiden Chen Yansheng untuk menyerahkan kepemilikan kepada orang lokal.

Baca juga :
Juara Liga Spanyol, Flick Sampaikan Pesan Emosional untuk Fans

"Kami ingin mengekspresikan kemarahan kami, kesedihan kami, kekecewaan kami, kemarahan dan perasaan tidak berdaya dalam menyaksikan degradasi yang menyedihkan ini," lanjut federasi tersebut.

Musim ini, Espanyol telah melakukan sejumlah pergantian pelatih mulai dari David Gallego, Pablo Machin, hingga Abelardo Fernandez yang dipecat sebelum klub menunjuk Direktur Olahraga Francisco Rufete sebagai pelatih sementara sejak bulan lalu. Namun hasilnya tetap saja nihil.

"Seluruh tim muak dengan situasi ini, tetapi mereka tidak bisa menyerah. Kita harus terus berjuang sampai akhir," kata Rufete setelah kekalahan 1-0 oleh Leganes pada akhir pekan.

"Kita harus pergi ke Camp Nou dan bermain untuk kebanggaan," tandas dia.

Diketahui, saat ini Espanyol berada di peringkat juru kunci La Liga dengan torehan 24 poin. Klub itu mengoleksi lima kemenangan, sembilan imbang, dan 20 kekalahan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Espanyol Juru Kunci Zona Degradasi Liga Spanyol

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777