https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Perubahan Iklim Bisa Bunuh Pasien Penyakit Ginjal

Redaksi | Sabtu, 10/08/2019 09:20 WIB



para peneliti mencatat bahwa salah satu respons tubuh terhadap panas menurunkan tekanan darah Ilustrasi perubahan iklim (foto: UPI)

Jurnas.com - Penelitian yang dilakukan para peneliti Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Maryland menyebutkan, pasien penyakit kanker rentan terhadap gelombang panas yang diberikan oleh perubahan iklim dengan frekuensi yang semakin meningkat. Bahkan bisa menyebabkan kematian.

Dilansir UPI, hari-hari yang sangat panas dapat meningkatkan risiko pasien penyakit ginjal lanjut rawat inap dan kematian, serta perubahan iklim berarti mereka akan menghadapi hari-hari yang lebih seperti itu.

"Perubahan iklim bukan hanya tentang skenario masa depan dan komunitas yang jauh. Ini ada di sini dan sekarang, dan itu berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat kita dalam lebih banyak cara daripada yang kita sadari," kata rekan penulis studi Amir Sapkota.

Baca juga :
Kebakaran Hutan Kini Aktif Sepanjang Malam, Studi Ungkap Penyebab-Dampaknya

Dalam studi tersebut, para peneliti membandingkan catatan lebih dari 7.000 pasien di klinik penyakit ginjal di Boston, New York City dan Philadelphia, dengan peristiwa panas ekstrem di kota-kota tersebut dari 2001 hingga 2012.

Tingkat rawat inap dan kematian selama hari-hari terpanas secara konsisten lebih tinggi untuk pasien kulit hitam dan putih, tetapi temuan itu kurang jelas untuk pasien Hispanik dan Asia.

Baca juga :
Ilmuwan Temukan Tanaman Terus Naik ke Puncak Himalaya, Ini Penyebabnya

Para peneliti juga menemukan, pasien dengan kondisi kesehatan lain seperti gagal jantung kongestif, penyakit paru obstruktif kronik dan diabetes juga menghadapi peningkatan risiko pada hari-hari terpanas.

Alasan peningkatan risiko ini tidak jelas, tetapi para peneliti mencatat bahwa salah satu respons tubuh terhadap panas menurunkan tekanan darah yang dapat menjadi masalah bagi pasien penyakit ginjal lanjut.

Baca juga :
Studi Ungkap Batas Suhu Padi, Indonesia Hadapi Ancaman Penurunan Produksi

"Cuaca panas dapat menimbulkan tantangan lain juga bagi pasien yang harus benar-benar mengelola asupan cairan," kata penulis studi pertama Richard Remigio, seorang mahasiswa doktoral tahun ketiga di Maryland.

"Jika hari ini panas, kita bisa memuaskan dahaga kita, tetapi sayangnya mereka tidak memiliki kemewahan itu," katanya.

"Kita perlu meningkatkan kemampuan kita untuk mengatasi peningkatan dalam peristiwa panas ekstrem ini. Ini adalah kenari kita di tambang batubara," tambahnya.

Temuan ini dipublikasikan secara online 9 Agustus di JAMA Network Open.

Menurut Sapkota, "Perubahan iklim yang sedang berlangsung meningkatkan frekuensi peristiwa panas ekstrem. Hasil kami menunjukkan bahwa peristiwa ini sangat berbahaya bagi individu yang paling rentan di komunitas kami."

Strategi adaptasi khusus komunitas diperlukan untuk melindungi kesehatan masyarakat, para peneliti menyimpulkan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Perubahan Iklim Penyakit Ginjal

Terkini | Selasa, 19/05/2026 06:56 WIB

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777