https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Rohingya Hadapi Ketakutan Deportasi dari India

Sundari | Minggu, 13/01/2019 18:26 WIB



UNCHR menyesali keputusan India yang kembali mendeportasi komunitas Rohingya Militer Myanmar saat menghadapi warga muslim Rohingya (Foto: Reuters)

Bangladesh - Lembaga pengungsi dunia (UNHCR) menyesali keputusan India yang kembali mendeportasi komunitas Rohingnya. Sebelumnya, lima pengungsi Rohingya di tengah kekhawatiran para pegiat HAM.

"Ini adalah insiden kedua sejak Oktober 2018, ketika India mengembalikan tujuh Rohingya ke Negara Bagian Rakhine di Myanmar, di mana kondisinya tidak kondusif untuk kembali," kata penggiat UNHCR.

Abul Khayer, penanggung jawab kantor polisi Ukhiya, mengatakan kepada Anadolu Agency mereka menerima 48 orang Rohingya, termasuk wanita dan anak-anak pekan lalu dan mereka dibawa ke otoritas kamp pengungsi di Cox`s Bazar.

Baca juga :
KTT Filipina, Myanmar Keluhkan Perlakuan Diskriminatif ASEAN

Md Abul Kalam, kepala Komisi Pengungsi dan Pemulihan Bangladesh (RRRC), mengatakan mereka memiliki informasi tentang “gelombang baru” Rohingya, yang tiba dari India. Menurutnya,  para pejabat tinggi komisi berada di Cox`s Bazar untuk melihat perkembangan terbaru.

Bangla Tribune melaporkan setidaknya 468 Rohingya telah melintasi perbatasan India untuk memasuki Bangladesh selama 10 hari terakhir.

Baca juga :
PBB Desak Pembebasan Tahanan dalam Konflik Myanmar

Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai orang-orang yang paling teraniaya di dunia, telah menghadapi ketakutan yang meningkat karena puluhan orang terbunuh dalam kekerasan komunal pada tahun 2012.

Menurut Amnesty International, lebih dari 750.000 pengungsi Rohingya, kebanyakan wanita dan anak-anak, telah melarikan diri dari Myanmar dan menyeberang ke Bangladesh setelah pasukan Myanmar melancarkan tindakan keras terhadap komunitas Muslim minoritas pada Agustus tahun lalu.

Baca juga :
Hari Raya Budha, Mantan Pemimpin Myanmar Dapat Remisi

Sejak 25 Agustus 2017, hampir 24.000 Muslim Rohingya telah dibunuh oleh pasukan negara Myanmar, menurut laporan oleh Badan Pembangunan Internasional Ontario (OIDA).

Lebih dari 34.000 orang Rohingya juga dilemparkan ke dalam api, sementara lebih dari 114.000 lainnya dipukuli, kata laporan OIDA, yang berjudul "Migrasi Paksa Rohingya: Pengalaman yang Tak Terkira.

"Sekitar 18.000 wanita dan gadis Rohingya diperkosa oleh tentara dan polisi Myanmar dan lebih dari 115.000 rumah Rohingya dibakar dan 113.000 lainnya dirusak," tambahnya.

PBB juga mendokumentasikan perkosaan massal, pembunuhan - termasuk bayi dan anak kecil - pemukulan brutal dan penghilangan yang dilakukan oleh pasukan negara Myanmar. Dalam laporannya, penyelidik PBB mengatakan bahwa pelanggaran tersebut mungkin merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Genosida Rohingya Myanmar Lembaga Dunia UNHCR

Terpopuler

Rabu, 08/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Spanyol vs Belgia

Kamis, 09/07/2026 03:03 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Argentina vs Swiss

Rabu, 08/07/2026 13:30 WIB
Olahraga

MU Incar Tchouameni, Madrid Pasang Harga Rp2,1 Triliun

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777