https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Hak Perempuan dan Anak Harus Terpenuhi Meski Suasana Bencana

Rizki Ramadhan | Minggu, 30/12/2018 11:40 WIB



Menteri Yohana sekaligus memastikan penanganan perempuan dan anak korban tsunami sudah memenuhi hak-hak mereka sebagaimana mestinya. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise, Kamis pagi ini mengunjungi posko GOR Margono, Kecamatan Labuan dan Posko Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang

Pandeglang – Indonesia kembali dirundung duka, gelombang tsunami yang menghantam selat sunda pada Sabtu malam (22/12) lalu mengejutkan banyak pihak. Longsor bawah laut akibat erupsi anak gunung Krakatau, disinyalir menjadi penyebab terjadinya tsunami selat sunda ini.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise, Kamis pagi ini mengunjungi posko GOR Margono, Kecamatan Labuan dan Posko Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang, untuk melihat langsung kondisi perempuan dan anak pasca bencana tsunami.

Bersama dengan Ibu Gubernur yang juga merupakan Ketua TP PKK, Niniek Wahidin Halim, Sekda Ketua DWP, dan Kadis PPPA Prov. Banten, Menteri Yohana sekaligus memastikan penanganan perempuan dan anak korban tsunami sudah memenuhi hak-hak mereka sebagaimana mestinya.

Baca juga :
Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara Terkait Pemerasan Sertifikasi K3

“Saya atas nama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) turut berduka cita atas bencana alam tsunami selat sunda yang terjadi di Banten dan Lampung. Saya juga berdoa agar para korban yang meninggal dunia dapat diterima di sisi Tuhan yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan agar tetap tabah dan sabar menghadapi cobaan ini," ujar Menteri Yohana.

"Kehadiran saya disini untuk memastikan bahwa meskipun dalam kondisi pasca bencana, perempuan dan anak dapat terpenuhi hak-haknya termasuk hak untuk mendapatkan perlindungan. Akan tetapi, bencana alam ini tidak boleh dijadikan sebuah alasan untuk terus terpuruk dan bersedih, perempuan dan anak korban bencana tsunami harus terus semangat dan bangkit untuk menata kembali kehidupan yang akan datang,” tambahnya.

Baca juga :
Presiden Lebanon Siap Tempuh Cara Mustahil Setop Perang

Berdasarkan data yang dihimpun dari Pusat Data Informasi dan Humas BNPB hingga Rabu, (26/12), tercatat 430 orang meninggal dunia, 1.495 orang luka-luka, 159 orang hilang, dan 21.991 orang mengungsi.

Daerah pesisir di pantai barat Provinsi Banten tepatnya Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang, dan di pantai selatan Provinsi Lampung yang meliputi Kabupaten Lampung Selatan, Tanggamus, dan Pesawaran, menjadi daerah yang terdampak tsunami selat sunda ini. Sementara itu, jumlah keseluruhan pengungsi di posko GOR Margono, Kec. Labuan sendiri sebanyak 1127 jiwa yang terdiri dari laki-laki sebanyak 203 jiwa, perempuan sebanyak 453 jiwa, anak-anak sebanyak 359 jiwa, dan lansia sebanyak 112 jiwa.

Baca juga :
Pemerintah Ajak Anak Muda Jadi Pelopor Pembangunan Kawasan Transmigrasi

Kemen PPPA memberikan beberapa bantuan kepada para pengungsi korban tsunami selat sunda, berupa pakaian layak pakai untuk perempuan dan anak, perlengkapan mandi, selimut, pembalut dan popok bayi, susu untuk bayi, ibu hamil, dan ibu menyusui, mainan anak dan biskuit.

Pemberian bantuan ini semata-mata agar perempuan dan anak korban tsunami tetap terpenuhi kebutuhan sehari-harinya. Sebab, sudah seyogyanya dalam keadaan apapun perempuan dan anak harus tetap terpenuhi hak-haknya dan mendapatkan perlindungan dari segala bentuk kekerasan, baik kekerasan fisik, psikis, maupun seksual.

“Melihat kondisi Indoensia yang berada pada cicin api pasifik, sudah semestinya membuat kita sadar agar dapat membekali diri terutama perempuan dan anak, dengan pemahaman tanggap bencana, pengetahuan menghadapi bencana, dan penanganan pasca bencana agar proses pemulihan trauma bisa berjalan lebih cepat. Tapi saya senang saat sampai di posko ini disambut dengan semangat yang kuat dari para pengungsi terutama ibu-ibu dan anak-anak, terlihat jelas mereka semua sudah kuat dan mampu untuk bangkit dari keterpurukan pasca bencana tsunami yang melanda. Perempuan dan anak di Banten, harus bangkit!," ujar Menteri Yohana. 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Menteri Yohana Hak Perempuan

Terpopuler

Rabu, 08/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Spanyol vs Belgia

Kamis, 09/07/2026 03:03 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Argentina vs Swiss

Rabu, 08/07/2026 13:30 WIB
Olahraga

MU Incar Tchouameni, Madrid Pasang Harga Rp2,1 Triliun

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777