https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Kirab Satu Negeri Bawa Pesan Perdamaian di NTB

Herwin Wijaya | Senin, 24/09/2018 14:02 WIB



Kirab Satu Negeri yang membawa pesan perdamaian menjaga NKRI ini, diisi dengan kegiatan seperti diskusi dan nongkrong kebangsaan bersama semua elemen di Kota Bima, penanaman pohon mangrove di Kupang, sampai mengunjungi panti muslim dan non-muslim di Sulawesi Utara. Koordinator Kirab Satu Negeri Zona Rote Zakariah Ridwan menyerahkan pataka Merah Putih kepada Wakil Bupati Sumbawa Mahmud Abdullah

Lombok – Diawali dari titik terluar di Pulau Rote, NTT, tim Kirab Satu Negeri tiba di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (23/9/2018). Rombongan secara khusus membawa pesan perdamaian untuk menjaga NKRI.

Di ibukota Sumbawa Besar, rombongan kirab diterima Wakil Bupati Sumbawa, yang juga Ketua PCNU Sumbawa, Mahmud Abdullah bersama para pengurus GP Ansor dan Banser Sumbawa.

Rombongan menginap semalam di Kupang, kemudian deklarasi bersama di Gong Perdamaian, diterima gubernur dan seluruh OKP sebelum tiba di Ende bertemu Uskup Agung setempat.

Baca juga :
Pesan Fahri Hamzah Untuk Peserta Kirab Pemuda 2018

"Ini bukan kirab Ansor tapi sebenarnya masyarakat secara bersama. PP GP Ansor bersama Banser menginisiasi kirab karena keprihatinan terkoyaknya Indonesia dengan munculnya isu atau gerakan khilafah. Kita seolah sudah lupa bahwa Berbhinneka Tunggal Ika itulah makna," papar Asisten Lapangan NTB/Komandan Satuan Khusus Nasional Banser Husada, Yunianto Wahyudi.

Yunianto jugamengingatkan jika NKRI harga mati yang tidak bisa lagi diganggu gugat. Bahkan di setiap titik, bersamaan dengan TNI/Polri dan Pemda, mereka bersama menyuarakan diri menjadi benteng terakhir untuk NKRI.

Baca juga :
DPR Dorong Program Kirab Pemuda Kemenpora Lanjut Keliling Dunia

"Kita saling mengingatkan untuk bersama menjaga dan mengajak seluruh elemen, baik pemuda Kristen, Hindu, Budha dan lainnya untuk bersama merajut perdamaian, persatuan, dan keberagaman," imbuhnya.

Sementara, Koordinator Zona Rote, Zakariah Ridwan menambahkan bahwa kirab ini dilatari adanya keresahan GP Ansor dengan kondisi yang ada saat ini. Sehingga ingin menyamakan persepsi pemuda bahwa agama jangan dijadikan sebagai alat politik tapi jadikan agama sebagai inspirasi perdamaian di seluruh dunia.

Baca juga :
Warga Jaktim Bangga Gelar Puncak Kirab Pemuda 2018

"Jangan sekali-kali bawa agama ke politik. Bukan semata-mata bahwa Ansor ini paling benar tapi ingin mengajak semua elemen agar peduli. Kita juga resah dengan kondisi Timur Tengah yang porak-poranda. Kita ingin dalam satu tarikan nafas menjaga kebhinnekaan," tandasnya.

Kirab Satu Negeri yang membawa pesan perdamaian menjaga NKRI ini, diisi dengan kegiatan seperti diskusi dan nongkrong kebangsaan bersama semua elemen di Kota Bima, penanaman pohon mangrove di Kupang, sampai mengunjungi panti muslim dan non-muslim di Sulawesi Utara.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kirab Pemuda

Humanika

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777