https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Smart Farming 4.0: Masa Depan Pertanian Indonesia

Rizki Ramadhan | Rabu, 19/09/2018 13:16 WIB



Mendes PDTT, Eko Putro Sandjojo

Situbondo - Dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional pada 24 September 2018, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bersama PT Mitra Sejahtera Membangun Bangsa (MSMB) meluncurkan Smart Farming 4.0 di Desa Battal, Kecamatan Panji, Situbondo, Jawa Timur.

Smart Farming 4.0 merupakan metode pertanian cerdas berbasis teknologi. Teknologi yang digunakan dalam Smart Farming 4.0 di antaranya Agri Drone Sprayer (Drone penyemprot pestisida dan pupuk cair), Drone Surveillance (Drone untuk pemetaan lahan) serta Soil and Weather Sensor (Sensor tanah dan cuaca).

Teknologi karya anak bangsa ini merupakan hasil produksi RiTx, unit bisnis PT Mitra Sejahtera Membangun Bangsa (MSMB), sebuah perusahaan teknologi agrikultur dari Yogyakarta.

Baca juga :
Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara Terkait Pemerasan Sertifikasi K3

Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal Samsul Widodo mengatakan, penerapan teknologi di sektor pertanian mampu meningkatkan potensi daerah.
“Teknologi seperti ini sangat perlu untuk pertanian di Indonesia. Agriculture bisa jadi agri”cool”ture dan menarik minat anak muda untuk bertani. Potensi daerah pun bisa meningkat,” ujarnya.

Cerdas, Terukur, dan Terintegrasi

Baca juga :
Presiden Lebanon Siap Tempuh Cara Mustahil Setop Perang

Penerapan metode Smart Farming 4.0 bukan sekadar tentang penerapan teknologi. Namun, kunci utama Smart Farming 4.0 adalah tentang data yang terukur. Apa saja yang dibutuhkan tanaman untuk mencapai hasil produksi yang optimal? Apa yang harus dilakukan petani? Semua pertanyaan ini bisa dijawab dengan penerapan metode Smart Farming 4.0.

Agri Drone Sprayer misalnya, digunakan untuk menyemprot pestisida serta pupuk cair dengan lebih presisi. Pemberian pupuk dan pestisida secara berlebih pun bisa dihindari. Tak hanya itu, didukung dengan penggunaan Drone Surveillance, pemetaan lahan juga bisa dilakukan. Dari hasil pemetaan, petani bisa mengetahui kondisi tanaman di lahan mereka.
Soil and Weather Sensor

Baca juga :
Pemerintah Ajak Anak Muda Jadi Pelopor Pembangunan Kawasan Transmigrasi

Keberadaan Soil and Weather Sensor (Sensor tanah dan cuaca) yang terpasang di lahan pertanian, juga akan membantu petani dalam memantau kondisi tanaman. Data yang dapat diperoleh dari sensor ini diantaranya seperti kelembapan udara dan tanah, suhu, pH tanah, kadar air, hingga estimasi masa panen.

Terintegrasi dengan aplikasi berbasis android RiTx, peringatan dini akan diterima petani jika terjadi anomali terhadap kondisi lahan mereka. Tak hanya itu, petani juga akan mendapatkan rekomendasi, demi mencegah terjadinya kerusakan terhadap lahan dan tanaman.

Penerapan metode Smart Farming 4.0 bisa jadi solusi bagi berbagai permasalahan di sektor pertanian Indonesia. Masa depan pertanian Indonesia adalah pertanian yang cerdas berbasis teknologi

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Info Kemendes Mendes PDTT

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777