https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

40 Ijazah Hangus, 90 Anak Didik Trauma Pasca Kebakaran

Redaksi | Senin, 25/06/2018 10:47 WIB



KPAI minta pemerintah fasilitasi sarana prasarana PKBM Karya Putra Mandiri. Pasca kebakaran di Kantor Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Karya Putra Mandiri, Percetakan Negara Jakarta Pusat.(Foto : Istimewa)

Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) telah melakukan pengawasan ke lokasi kebakaran di Jalan Percetakan Negara IV RT/RW 005/004 Rawasari Salemba Jakarta Pusat pada Jumat 22 lalu. Kebakaran di Kantor Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Karya Putra Mandiri dan juga menghanguskan sembilan rumah warga lainnya ini terjadi siang hari, di saat pemilik PKBM sedang melakukan mudik lebaran pada 19 Juni 2018.

Berikut hasil pengawasan KPAI disampaikan Susianah Affandy, Komisioner KPAI Bidang Sosial dan Anak Dalam Situasi Darurat melalui siaran persnya Minggu (24/6).

1. Kebakaran menyebabkan kerugian immateri bagi PKBM karya Putra Mandiri. Dokumen-dokumen penting hangus tak tersisa. Di antara dokumen penting yang hangus adalah data-data siswa dan dokumen kegiatan belajar mengajar PKBM, data dan dokumen anak asuh Rumah Singgah Karya Putra Mandiri.

Baca juga :
Pemerintah Ajak Anak Muda Jadi Pelopor Pembangunan Kawasan Transmigrasi

Sebanyak 30 ijazah Kejar Paket A, B dan C dengan rincian antara lain empat ijazah Kejar Paket A, sebanyak 11 Ijazah Kejar Paket B dan sebanyak 15 Ijazah Kejar Paket C hangus terbakar. Sarana dan prasarana kegiatan belajar mengajar juga ludes di makan si jago merah.

Akibat musnahnya dokumen tersebut, peserta didik PKBM yang telah mengikuti ujian dan belum mengambil ijazahnya mengalami trauma. Mereka merasa rugi dan menyesal mengikuti ujian dan belum mengambil ijazah yang saat ini telah musnah.

Baca juga :
Eddy Soeparno Hormati SMAN 1 Pontianak, Tegaskan Tak Boleh Ada Intimidasi

2. Anak-anak yang belajar Kejar Paket A, B dan C di PKBM Karya Putra Mandiri sebanyak 70 anak berlatar belakang dari keluarga tidak mampu secara ekonomi. Sebagian besar mereka hidup di jalanan, anak terlantar sehingga membutuhkan motivasi dan dukungan lingkungan untuk mengenyam pendidikan.

PKBM Karya Putra Mandiri menyediakan Rumah Singgah Bagi anak-anak penyandang masalah kesejahteraan sosial tersebut, yang sebelum kebakaran di huni oleh 90 anak. Anak-anak tersebut tinggal di tiga titik Rumah Singgah di bawah asuhan Yayasan Karya Putra Mandiri yakni di Paseban, Tanah Tinggi Johar Baru dan Rawa Sari.

Baca juga :
200 Ribu Anak Terpapar Judol, Komdigi: Mayarakat Harus Jadi Garda Edukasi

Musibah kebakaran telah membuat pengelola Rumah Singgah dan PKBM trauma karena peristiwa tersebut menghentikan kegiatan belajar mengajar.

3. Selain hangusnya dokumen-dokumen penting, kebakaran menyebabkan sebanyak 10 rumah hangus dengan 10 Kepala Keluarga dan 56 jiwa. Di antara data tersebut, korban anak-anak sebanyak 14 jiwa. Korban Balita ada 2 anak yakni Syafira (7 bulan) dan Aira (8 bulan). Para korban tersebut kini tinggal di penampungan yakni Kantor Yayasan kasih Anak Kanker Indonesia di Jalan Percetakan Negara IV Salemba Jakarta Pusat

Atas musibah tersebut, KPAI menyampaikan:

1. Agar Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Direktorat Pendidikan Kemasyarakatan) dan Dinas Pendidikan Propinsi DKI Jakarta memfasilitasi serta memberi bantuan sarana dan prasana kepada PKBM Karya Putra Mandiri yang dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

"KPAI juga meminta Dinas Sosial memberikan dukungan dan bantuan perlindungan sosial bagi Rumah Singgah Karya Putra Mandiri yang selama ini menyantuni anak-anak terlantar," kata Susianah.

Pemerintah juga diharapkan dapat membantu dalam pengurusan dokumen penting yang hangus. Ketika KPAI melakukan pengawasan, pengelola dan tenaga pendidik nampak kebingungan mencari lokasi (sementara) yang dapat digunakan sebagai Kantor dan tempat pembelajaran.

2. Agar Dinas Kesehatan Propinsi DKI Jakarta menugaskan tim medis di lokasi penampungan dengan fasilitas kesehatan dasar seperti obat-obatan dan sebagainya. Saat KPAI melakukan pengawasan ke lokasi penampungan, terdapat anak sakit dan tidak nampak adanya posko kesehatan.

"Saat itu ada dua orang perempuan dari Puskesmas yang nampak (hanya) melakukan kunjungan sedangkan ketersediaan posko kesehatan tidak nampak," kata Susianah.

3. Agar Pemerintah DKI Jakarta dan elemen masyarakat membantu warga korban kebakaran memiliki tempat tinggal yang layak. Karena para korban memiliki anak-anak yang harus tumbuh dan berkembang dengan baik.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Anak kejar paket kebakaran KPAI

Terkini | Selasa, 14/07/2026 13:08 WIB

Terpopuler

Minggu, 12/07/2026 05:05 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Spanyol

Minggu, 12/07/2026 06:06 WIB
Gaya Hidup

12 Contoh Ucapan Hari Koperasi Indonesia 2026 yang Penuh Makna

Senin, 13/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Argentina

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777