https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Mahyudin Ajak Masyarakat Berjihad Berantas Kemiskinan

Supianto | Minggu, 20/05/2018 20:41 WIB



Jihad dengan berbagi harta menurut Mahyudin tepat dilakukan di Indonesia sebab diakui masih ada rakyat yang belum menikmati dampak pembangunan. Wakil Ketua MPR Mahyudin usai memberikan pidato di hadapan jamaah Masjid Al Munawar, Balikpapan, Kalimantan Timur, Minggu (20/5).

Balikpapan -  Wakil Ketua MPR, Mahyudin mengatakan, jihad bisa dilakukan berbagai cara, salah satunya, berbagi harta kepada orang yang tidak mampu.

"Bila tetanggamu tak punya beras, beri dia beras," terang Mahyudin di hadapan jamaah Masjid Al Munawar, Balikpapan, Kalimantan Timur, Minggu (20/5).

Jihad dengan berbagi harta menurut Mahyudin tepat dilakukan di Indonesia sebab diakui masih ada rakyat yang belum menikmati dampak pembangunan. Disebut ada masyarakat yang belum menikmati listrik, pendidikan yang berkualitas, dan jaminan kesehatan yang memadai.

Baca juga :
Tak Melulu Soal Perang, Kenali 4 Bentuk Jihad Menurut Ajaran Islam

"Ada orang yang tak mampu berobat sehingga meninggal dunia," ucapnya. "Sehingga jihad sekarang adalah memberantas kemiskinan," tegasnya.

Pria asal Kalimantan Timur itu menyebut disparitas pembangunan di Jawa dan luar Jawa. Disparitas yang ada salah satunya dalam dunia pendidikan.

Baca juga :
MPR Terapkan WFH-WFA dan Pembatasan Listrik Mulai 1 April

"Pendidikan di Jawa sangat berkualitas sementara di luar Jawa masih ketinggalan," ungkapnya.

"Seharusnya kualitas pendidikan di manapun harus sama," sambungnya.

Baca juga :
Legislator PKS: Salah Langkah Diplomasi Bisa Ganggu Ekspor dan Fiskal

Hal-hal demikianlah yang menurut Mahyudin perlu diselesaikan. Menyelesaikan masalah kesenjangan, menurutnya merupakan amanah konstitusi. Disebut negara harus bisa menciptakan masyarakat yang adil dan makmur.

Dalam silaturahmi dan Sosialisasi Empat Pilar itu, Mahyudin mengakui sebenarnya bangsa Indonesia memiliki jiwa gotong royong namun sifat yang demikian mulai terkikis.

"Sekarang tumbuh budaya individualis, tak peduli pada yang lain," paparnya.

 Mantan Bupati Kutai Timur itu menyebut hal demikian bisa terjadi karena budaya global. Untuk itulah dirinya mengatakan MPR melakukan Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Tugas ini merupakan perintah UU MD3," ujarnya.

Dalam soal Pancasila, dirinya ingat pada masa Orde Baru ada Penataran P4 dan pelajaran PMP.

"PMP mengajarkan kita tentang toleransi, tertib, dan saling menghormati," paparnya.

 Sayangnya pada saat bersamaan pemerintah menggunakan Pancasila untuk kepentingan politik. Akibat yang demikian membuat Penataran P4, BP7, PMP, dan semua hal yang terkait Pancasila dibubarkan.

Seiring perjalanan waktu, rupanya rakyat menginginkan penguatan Pancasila. "Untuk itulah MPR melakukan sosialiasi Empat Pilar," tegasnya. Tentu dengan metoda yang berbeda dengan masa lalu.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Warta MPR Mahyudin Balikpapan jihad

Terkini | Selasa, 28/07/2026 09:40 WIB

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777