https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Lemkaji Undang Sultan Hamengkubuwono X Bahas Pembudayaan Pancasila

Supianto | Senin, 14/05/2018 16:30 WIB



Dari Pancasila, bangsa ini memiliki modal awal pembangunan peradaban karena Pancasila adalah ideologi, falsafah dasar negara, dan jati diri bangsa Ketua Lemkaji, Rully Chairul Azwar saat konferensi pers di Gedung MPR, Senin (14/5).

Jakarta - Lembaga Pengkajian MPR (Lemkaji) akan mengadakan Saraserahan Nasional Kebudayaan dengan tema `Kebudayaan Pancasila Sebagai Peradaban Indonesia`. Acara yang diselenggarakan di Gedung Gedung MPR itu akan menghadirkan Sultan Hamengkubuwono X, Frans Magnis Suseno, Zamawi Imron, Acil Bimbo, Nyoman Nuarta, Abdul Hadi, dan budayawan lainnya.

Ketua Lemkaji, Rully Chairul Azwar  mengatakan, Indonesia memiliki Pancasila yang secara `genuine` nilai-nilainya digali oleh para pendiri bangsa. Dari Pancasila, bangsa ini memiliki modal awal pembangunan peradaban karena Pancasila adalah ideologi, falsafah dasar negara, dan jati diri bangsa.

"Selain banyak budaya dan kearifan lokal yang jika dihayati dengan baik, bisa memberi kontribusi positif bagi pembangunan peradaban bangsa," ujar Rully Chairul Azwar, pada konferensi press di Gedung MPR, Senin (14/5).

Baca juga :
MPR Terapkan WFH-WFA dan Pembatasan Listrik Mulai 1 April

Rully Chairul Azwar menyayangkan setelah 72 tahun Indonesia berdasarkan Pancasila, nilai-nilai dasar yang ada tidak mewarnai perilaku elit dan sebagaian masyarakat. Budaya Pancasila disebut belum menjadi perilaku untuk membentuk kepribadian. Sikap dan perilaku politik serta kebijakan pembangunan malah dibentuk oleh pemikiran pragmatis jangka pendek.

"Pemecahan masalah yang ada tidak berlandaskan pada nilai-nilai dasar Pancasila," ujar pria asal Bengkulu itu.

Baca juga :
Legislator PKS: Salah Langkah Diplomasi Bisa Ganggu Ekspor dan Fiskal

Akibat yang demikian, solusi yang dihasilkan menjadi parsial dan tidak membentuk sistrem dan budaya Pancasila. Rully Chairul Azwar mengingatkan, Pancasila pernah digagas untuk menghasilkan bangsa yang berdikari yang dielaborasi oleh Bung Karno menjadi Tri Sakti.

Menjadikan Pancasila sebagai basis nilai untuk membangun bangsa yang maju menjadi penting karena kaitan kebudayaan dengan pembangunan peradaban tidak perlu diragukan. Bagi Rully Chairul Azwar, peradaban maju dunia selalu dikaitkan dengan nilai budaya yang dianut masyarakat.

Baca juga :
Pimpinan MPR Dorong Aksi Cepat Hadapi Krisis Iklim

Tidak merasuknya nilai Pancasila dalam perilaku elit dan sebagaian masyarakat, menurut Rully Chairul Azwar, karena disebabkan merebaknya kultur munafik di mana perkataaan tidak sinkron dengan perbuatan.

"Banyak aturan tetapi tidak bisa dilaksanakan karena penegakan hukum yang lemah," paparnya.

 "Juga maraknya perilaku koruptif dan minimnya keteladanan dari kalangan pemimpin," tambahnya.

Dari sinilah maka Lemkaji mencari jalan keluar dengan menggagas Gerakan Keteladanan Nasional pembudayaan nilai-nilai Pancasila. Untuk itu menurut Rully Chairul Azwar, Lemkaji mendiskusikan dan mencari masalah yang ada dengan menggelar sarasehan nasional kebudayaan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Warta MPR Lemkaji Rully Chairul Azwar

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777