https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Berhenti Merokok Tak Bisa Instan

Mutiul Alim | Senin, 23/04/2018 10:55 WIB



Dimasz mengaku sudah sering mencoba banyak cara, namun rasanya sangat sulit. Ilustrasi merokok (Foto: Townnews)

Jakarta – Berhenti merokok bukan perkara mudah. Demikian diungkapkan oleh anggota Koalisi Indonesia Bebas TAR (Kabar) Dimasz Jeremia. Menurutnya, niat berhenti merokok harus diiringi penyusunan langkah strategis.

"Untuk dapat berhenti itu menurut saya seperti menyusun proyek berjangka, kita tidak bisa mendapatkan hasil instan dalam waktu cepat, karena susahnya bukan main," kata Dimasz di Jakarta, Senin (23/4).

Hal itu dialaminya sendiri, saat mencoba untuk berhenti merokok. Dimasz mengaku sudah sering mencoba banyak cara, namun rasanya sangat sulit.

Baca juga :
Timwas Haji DPR Soroti Distribusi Obat dan Penguatan Layanan Kesehatan

"Buat perokok adiktif mungkin tahu bagaimana rasanya," terangnya.

Dimasz yang juga pembina Asosiasi Vaper Indonesia (AVI) menambahkan berdasarkan pengamatan KABAR selama setahun terakhir, banyak perokok yang mulai sadar bahaya yang mengintai diri mereka jika tetap mengonsumsi rokok.

Baca juga :
Berbagai Hal yang Harus Dihindari saat Mengidap Penyakit TBC

Menurut dia, untuk dapat berhenti merokok harus ada langkah-langkahnya dan produk tembakau alternatif adalah salah satu langkah untuk mencapai tujuan agar dapat berhenti merokok.

Dia menambahkan bahwa keinginan para perokok untuk berhenti akan bisa berhasil jika mendapatkan dukungan dari banyak pihak, seperti orang terdekat.

Baca juga :
AMI Laporkan Dugaan Korupsi Pengadaan Ambulans di Dinkes Bekasi ke KPK

Selain itu, produk tembakau alternatif yang telah terbukti lebih rendah risiko berdasarkan hasil penelitian juga bisa menjadi pilihan.

Berdasarkan hasil studi dari Public Health England (PHE), produk tembakau alternatif, seperti produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar dan rokok elektrik memiliki risiko kesehatan 95 persen lebih rendah dibandingkan rokok konvensional.

Produk tersebut berpotensi untuk menjadi solusi perokok untuk berhenti merokok. Dengan demikian, tujuan dari pemerintah Indonesia untuk menurunkan angka perokok bisa tercapai secara perlahan.

Anggota Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI), Feni Fitriani Taufik, mengatakan produk tembakau alternatif bertujuan untuk membantu mengurangi biaya beban negara terhadap pengobatan masyarakat akibat rokok.

"Potensi produk tembakau alternatif tidak bisa diabaikan begitu saja dan kesimpulan ini bukanlah kesimpulan sembarang, tapi berangkat dari hasil penelitian ilmiah yang kredibel," kata Feni.

Feni berharap melalui edukasi komprehensif dan dukungan penelitian ilmiah diharapkan pemerintah dapat membuka diri untuk mempelajari potensi dari produk tembakau alternatif.

"Sebagai organisasi yang fokus pada isu kesehatan publik, kami sangat terbuka jika pemerintah mengundang kami untuk berdiskusi mengenai produk alternatif tembakau guna mencari solusi mengatasi permasalahan rokok di Tanah Air. Ke depan, kami juga mendukung upaya pemerintah untuk mengatur dan mengawasi peredaran produk tembakau alternatif ini agar tepat sasaran," kata Feni lagi. (Ant)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Merokok Kesehatan Tips

Terpopuler

Kamis, 11/06/2026 06:06 WIB
Gaya Hidup

Peringatan Hari Bermain Sedunia, Ini Sejarah dan Tujuannya

Sabtu, 13/06/2026 17:05 WIB
Olahraga

Prediksi Susunan Starting XI Timnas Brasil vs Maroko

Jum'at, 12/06/2026 03:03 WIB
Olahraga

Jadwal Resmi Pertandingan Persib Bandung di ACC 2026/27

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777