https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Ilmuan Temukan Jutaan Virus Mengelilingi Atmosfer Bumi

Redaksi | Rabu, 07/02/2018 11:56 WIB



Ilmuan tersebut mengatakan bahwa pada ketinggian ini, di troposfer, mereka dapat dibawa ribuan kilometer sebelum dibuang kembali ke permukaan bumi. Virus mengelilingi bumi

Jakarta - Para ilmuwan telah menemukan bahwa jutaan virus bergerak mengelilingi atmosfer bumi. Virus diangkut di bagian belakang partikel organik yang tersuspensi di udara dan gas, lalu turun ke tanah.

Ini bisa menjelaskan bagaimana virus yang identik secara genetik dapat ditemukan dalam jarak yang sangat jauh, dengan menaiki tumpangan partikel-partikel kecil yang tersapu ke atmosfer.

Para ilmuwan dari universitas di Kanada, Spanyol dan Amerika Serikat juga, untuk pertama kalinya, menghitung jumlah virus yang tersapu dari tanah ke atmosfer. Jumlahnya sangat besar, terbentang sampai miliaran per meter persegi.

Baca juga :
Kapal MV Hondius Bersandar di Belanda usai Heboh Kasus Virus Hanta

Sementara virus dan bakteri tidak mencapai ketinggian stratosfer, mereka akan terangkat jauh di atas zona di mana kondisi cuaca sedang berlangsung.

Ilmuan tersebut mengatakan bahwa pada ketinggian ini, di troposfer, mereka dapat dibawa ribuan kilometer sebelum dibuang kembali ke permukaan bumi.

Baca juga :
Hantavirus, Arzeti Bilbina: Tetap Waspada, Bukan Pandemi Baru

Penelitian baru mungkin menjelaskan mengapa virus yang identik secara genetis sering ditemukan di lingkungan yang sangat berbeda di seluruh dunia.

"Setiap hari, lebih dari 800 juta virus diendapkan per meter persegi di atas lapisan batas planet," kata ahli virologi Universitas British Columbia Curtis Suttle, yang merujuk pada bagian terendah atmosfer.

Baca juga :
WN Prancis Terinfeksi Virus Hanta Kini dalam Kondisi Kritis

Menurut Profesor Suttle dan rekan-rekannya dari Universitas Granada dan San Diego State University, penyakit hidup dapat disapu ke atmosfer di belakang partikel kecil dari tanah berdebu dan semprotan laut.

"Bakteri dan virus biasanya disimpan kembali ke Bumi melalui kejadian hujan dan gangguan pengganggu Sahara," kata Suttle.

"Namun, hujan kurang efisien menghilangkan virus dari atmosfer," tambahnya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Ilmuan Virus Bumi

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777