https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Korut Bilang, Utusan PBB Nyatakan Siap Atasi Ketegangan di Semenanjung

Redaksi | Sabtu, 09/12/2017 18:36 WIB



Kepala Organisasi  Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan kesediaannya untuk mengurangi ketegangan di semenanjung Korea saat berkunjung ke Korea Utara minggu ini. Ilustrasi dialog Amerika Serikat (R) dan Korea Utara (Foto: Yonhap)

Pyongyang - Kepala Organisasi  Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan kesediaannya untuk mengurangi ketegangan di semenanjung Korea saat berkunjung ke Korea Utara minggu ini.

Korea Utara juga mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dirilis portal berita resminya, KCNA bahwa utusan PBB mengakui dampak negatif dari sanksi terhadap Korea Utara.

Pejabat tingkat tinggi PBB, Jeffrey Feltman mengunjungi Korea Utara sejak 2012, tidak memberikan sepata kata pun saat tiba kembali dari Pyongyang di bandara Beijing pada Sabtu (9/12) pagi.

Baca juga :
Komisi XIII DPR Kecam Israel, Dukung Upaya Pemerintah Selamatkan 5 WNI

"PBB mengungkapkan keprihatinannya atas situasi yang meningkat di semenanjung Korea. Ia menyatakan kesediaannya untuk bekerja untuk mengurangi ketegangan di semenanjung Korea sesuai dengan Piagam PBB yang didasarkan pada perdamaian dan keamanan internasional," kata KCNA.  

Menrut KCNA pejabat Korea Utara dan Feltman sepakat bahwa kunjungannya membantu memperdalam pemahaman. Mereka sepakat untuk berkomunikasi secara teratur.

Baca juga :
Legislator PDIP: Bebaskan 5 WNI, HAM Jangan Tersandera Geopolitik

Korea Utara sedang mengejar program senjata nuklir dan rudal. Ia menentang sanksi DK PBB dan kecaman internasional. Pada 29 November, ia menguji coba rudal balistik antar benua yang menurutnya paling canggih, yang mampu menjangkau daratan Amerika Serikat.

Tak berselang lama setelah uji coba tersebut, Amerika Serikat dan Korea Selatan melakukan latihan militer skala besar minggu ini. Amerika Serikat memepringatkan bahwa kepemimpinan Korea Utara akan benar-benar hancur jika perang jika sampai perang meletus. 

Baca juga :
Penembakkan Islamic Center San Diego, Lima Orang Tewas

Korea Utara secara teratur mengancam untuk menghancurkan Korea Selatan dan Amerika Serikat dan mengatakan bahwa program persenjataannya diperlukan untuk melawan agresi Amerika Serikat. Ia menempatkan 28.500 tentara di Selatan, yang merupakan warisan dari Perang Korea 1950-53.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

PBB Korea Utara Amerika Serikat Rudal

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777