https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

FFWI 2025 Harus Memberi Dampak ke Publik, Ini Sistem Penilaian yang Diinginkan

Syafira | Minggu, 18/05/2025 13:52 WIB



Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) tahun 2025 akan berdampak positif untuk publik Festival Film Wartawan Indonesia atau FFWI XV akan dilaksanakan lagi di Tahun 2025 ini. (Foto: Jurnas/Ira).

Jakarta, Jurnas.com- Festival Film Wartawan Indonesia atau FFWI XV (Tahun 2025) harus memberikan dampak yang signifikan kepada masyarakat. Karenanya, sistem penjuriannya dimatangkan dari mula, sehingga menghasilkan sistem penilaian yang paling adil dan dapat dipertanggungjawabkan.

Yang paling utama, suatu festival dianggap baik, jika hasil dari festival itu di acknowledge oleh masyarakat. Makanya input dan acuannya harus jelas, sehingga tidak menimbulkan prasangka masyarakat. Karenanya Direktur Film, Musik, dan Seni mendorong semua yang terlibat dalam FFWI harus profesional, dan kredibilitasnya menjadi baik.

"Harus ada sisi lain penilaian atas hasil karya kawan-kawan industri film dari FFWI 2025," kata Dr. Saifullah Agam, Direktur Film, Musik, dan Seni di Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan RI di Jakarta, Jumat (16/5/2025) pagi.

Baca juga :
Legislator PDIP Kecam Penangkapan WNI Misi Kemanusiaan Gaza oleh Israel

Dr. Saifullah Agam melanjutkan, di Amerika Serikat juga ada Golden Globe (yang digagas wartawan) dan Oscar (yang digagas industri), sebagaimana di Indonesia ada FFWI dan FFI, namun menjadi keniscayaan pilihan pemenangnya berbeda.

Oleh sebab itu dia mengusulkan penilaian di FFWI di tahun penyelenggaraan tahun 2025 lebih ke aspek cerita kemanusiaannya daripada ke hal-hal teknis.

Baca juga :
Menlu Sugiono Kesulitan Cari Info WNI yang Ditahan Israel

"Lebih pada arti penting ceritanya pada aspek kehidupan. Bukan pada teknisnya. Sebagaimana lagu Beatles dan Koes Plus lebih dikenal masyarakat luas. Apakah karena Beatles dan Koes Plus bermain musik dengan baik, belum tentu," imbuh Dr. Saifullah Agam dalam Rapat Koordinasi Penyusunan Pedoman Festival Film Wartawan yang diikuti panitia FFWI dan Direktorat Film, Musik, dan Seni.

"Ada film yang menang di Golden Globe tidak menang di Oscar, itu biasa. Makanya FFWI penilaiannya lebih ke persoalan kemanusiaan dan moral. Harus ada sisi lain penilaian atas hasil karya kawan kawan industri film," kata Dr. Saifullah Agam yang juga mengusulkan branding ulang FFWI 2025. Sehingga menjadi acuan dan makin ngetop dan menghasilkan impact ke masyarakat film.

Baca juga :
Pemerintah Sudan Selatan Dituding Halangi Bantuan Kemanusiaan

Di saat bersamaan Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) Dr. Naswardi menjelaskan, tahun lalu ada 10 festival film yang mendaftarkan filmnya ke LSF (untuk disensor).

"Proses penilaian film yang kita lakukan berdasarkan proses murni klasifikasi. Dalam konteks ini LSF mengapresiasi pada FFWI, yang menjadi bagian dari promosi film Indonesia. Kami dari LSF memberikan dukungan kepada FFWI dan bersiap berkolaborasi," kata Dr. Naswardi.

Presiden FFWI Wina Armada Sukardi menyambut baik tawaran kolaborasi LSF dan ikhtiar branding FFWI XV, terlebih FFWI 2025 di tahun ini adalah yang pertama di bawah Kementerian Kebudayaan.

"Kami adalah Festival film yang terbuka. Ini adalah tahun ketiga FFWI di bawah Kementerian. Pertama di bawah Pusbangfilm, Kemendikbud Ristek dan Kementerian Kebudayaan. Dengan pembiayaan dari bantuan negara. Sedangkan dalam sistem penjurian dengan melibatkan pakta integritas," kata Wina Armada Sukardi.

Wina Armada menambahkan, yang dinilai FFWI adalah film yang sudah tayang di bioskop seluruh Indonesia, termasuk yang ditayangkan pada kanal streaming, dan sudah mendapatkan Surat Tanda Lusus Sensor (STLS).

"Jadi di FFWI tidak ada film yang ada di pasaran yang tidak dinilai. Dan tidak ada film yang dinilai jika belum diedarkan di bioskop dan OTT," pungkas Wina Armada merujuk pada OTT adalah "over-the-top," mengacu pada layanan streaming yang mengirimkan konten langsung ke pemirsa melalui internet, melewati layanan penyedia kabel atau satelit.

FFWI 2025 akan diluncurkan secara resmi pada 27 Mei 2025 secara luring di Jakarta, dan pada tanggal 30 Mei 2025 disiarkan secara daring melalui berbagai kanal media sosial. Pada Peluncuran juga akan dilaksanakan penandatangan antara FFWI 2025 dan LSF.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Festival Film Wartawan Indonesia 2025 Kemanusiaan Direktur film

Terkini | Rabu, 17/06/2026 05:34 WIB

Terpopuler

Minggu, 14/06/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Belanda vs Jepang

Senin, 15/06/2026 01:01 WIB
Olahraga

Pelatih Turki Kecewa Timnya Kalah Lawan Australia

Minggu, 14/06/2026 12:10 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Jerman vs Timnas Curacao

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777