https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

5 Drama Tikung-Menikung Juara Liga di Pekan Terakhir

Mutiul Alim | Sabtu, 17/05/2025 21:01 WIB



Perebutan gelar juara liga memang selalu seru. Tapi ada kalanya, penentuan gelar itu benar-benar terjadi di pekan terakhir, bahkan hingga menit-menit terakhir pertandingan. Mantan bintang Manchester City, Sergio Aguero (Foto: Match Day Auctions)

Jakarta, Jurnas.com - Perebutan gelar juara liga memang selalu seru. Tapi ada kalanya, penentuan gelar itu benar-benar terjadi di pekan terakhir, bahkan hingga menit-menit terakhir pertandingan.

Di sinilah drama sepak bola benar-benar hidup. Tangis, tawa, gol telat, dan detik-detik penentu sejarah menjadi sajian utama.

Beberapa liga top Eropa pernah menyajikan momen-momen dramatis yang membekas di ingatan fans. Klub yang sempat di atas angin justru keok di akhir.

Baca juga :
Arteta Sebut Suporter Arsenal Pemain Ajaib Jelang Laga Penentuan

Sebaliknya, tim yang dianggap tertinggal malah membalikkan keadaan dengan cara yang luar biasa.

Berikut ini lima drama tikung-menikung juara liga di pekan-pekan terakhir:

1. Manchester City 2011/2012

Manchester City dan Manchester United bersaing ketat hingga laga ke-38. City harus menang melawan QPR agar bisa juara. Di injury time, The Citizens masih tertinggal 1-2.

Baca juga :
Peluang Juara Masih Terbuka, Pep: Kami Tahu Apa yang Harus Dilakukan

Keajaiban terjadi melalui dua gol dramatis Edin Džeko dan Sergio Agüero pada menit ke-93 sehingga membuat City menang 3-2 dan merebut gelar dengan selisih gol dari United.

2. Lazio 1999/2000

Juventus unggul dua poin dari Lazio menjelang giornata ke-34. Tapi Juventus kalah 0-1 dari Perugia di laga terakhir yang diguyur hujan deras.

Baca juga :
Menang Lawan Chelsea, Manchester City Sabet Trofi Kedua Musim Ini

Di saat bersamaan, Lazio menang 3-0 atas Reggina dan menyegel Scudetto. Ini menjadi salah satu antiklimaks paling mencengangkan dalam sejarah Serie A.

3. Real Madrid 2006/2007

Barcelona dan Real Madrid sama-sama mengoleksi 76 poin di pekan terakhir. Barcelona mencetak lebih banyak gol dan punya selisih gol lebih baik.

Tapi karena aturan head-to-head digunakan di La Liga, Madrid yang unggul dalam pertemuan langsung dinyatakan sebagai juara. Gelar ini dikenal sebagai `Remontada Title` karena Madrid sempat tertinggal jauh di pertengahan musim.

4. Bayern Munich 2000/2001

Schalke sempat merayakan gelar Bundesliga setelah mengira Bayern Munich gagal menang di laga terakhir melawan Hamburg. Tapi drama terjadi. Bayern mencetak gol di menit ke-94 melalui Patrik Andersson dari tendangan bebas.

Walhasil, Bayern menang 1-1 dan Schalke harus merelakan trofi yang sudah sempat mereka rayakan. Peristiwa ini disebut `Meister der Herzen` alias juara di hati.

5. Montpellier 2011/2012

Paris Saint-Germain yang baru saja dibeli pemilik kaya dari Qatar sangat dijagokan menjadi juara. Tapi Montpellier yang sebelumnya nyaris tak diperhitungkan menjadi kuda hitam yang tak terbendung.

Tim Prancis mengunci gelar juara di laga terakhir dengan kemenangan atas Auxerre, sekaligus menorehkan sejarah sebagai salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Ligue 1.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Drama Juara Liga Manchester City Bayern Munich

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777