https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Iduladha Berdarah 1962, Kala Presiden Sukarno Selamat dari Tembakan

Agus Mughni | Rabu, 14/05/2025 16:25 WIB



Hari ini 63 tahun lalu tepatnya pada 14 Mei 1962 Presiden Sukarno nyaris kehilangan nyawanya saat salat Iduladha. Di halaman Istana Merdeka, Jakarta—di tempat yang dianggap paling aman di negeri ini—sebuah tembakan dilepaskan dengan tujuan menghabisi sang proklamator. Presiden pertama RI, Sukarno atau Bung Karno

Jakarta, Jurnas.com - Hari ini 63 tahun lalu, tepatnya pada 14 Mei 1962 Presiden Sukarno nyaris kehilangan nyawanya saat salat Iduladha. Di halaman Istana Merdeka, Jakarta—di tempat yang dianggap paling aman di negeri ini—sebuah tembakan dilepaskan dengan tujuan menghabisi sang proklamator.

Namun sejarah berkata lain. Sukarno alias Bung Karno selamat, dan peristiwa ini justru menjadi titik balik sistem keamanan presiden di Indonesia.

Salat Id yang Diwarnai Dentuman Tembakan

Pagi itu, lapangan rumput antara Istana Negara dan Istana Merdeka dipadati jemaah, termasuk Presiden Sukarno, pejabat tinggi negara, dan masyarakat umum. Suasana terlihat damai hingga rakaat kedua Salat Id. Namun, ketenangan itu buyar ketika tiba-tiba terdengar teriakan dan letupan senjata api dari arah barisan keempat.

Baca juga :
Sampai Kapan Waktu Sahnya Berkurban? Ini Penjelasan Menurut Syariat Islam

Sasaran tembakan itu jelas: Presiden Sukarno. Namun, Presiden Republik Indonesia perama itu selamat. Tembakan meleset dan justru mengenai beberapa tokoh di sekitarnya, termasuk Ketua DPR KH Zainul Arifin yang terluka di bahu. Dua anggota Detasemen Kawal Pribadi (DKP), Soedrajat dan Soesilo, juga terkena timah panas.

Respons Cepat Pengawal Presiden

Komandan DKP Komisaris Polisi Mangil Martowidjojo dan wakilnya, Sudiyo, langsung bertindak melindungi presiden. Dalam waktu singkat, pelaku berhasil dilumpuhkan oleh dua anggota DKP lainnya, Sribusono dan Musawir. Pistol FN 45 disita, dan pelaku—dalam kondisi pingsan dan babak belur—ditaruh di depan Masjid Istana Baiturrahim.

Baca juga :
Ini Perbedaan Daging Kambing, Sapi, dan Domba

Salat sempat terhenti sebelum salam, namun dilanjutkan kembali setelah situasi aman. KH Idham Chalid tetap memimpin salat sebagai imam, dan Menteri Pertahanan Jenderal A.H. Nasution memberikan khutbah Iduladha seperti yang direncanakan. Sukarno sendiri urung memberikan sambutan seusai salat karena insiden tersebut.

Penyusupan Terencana dan Jaringan DI/TII

Pengusutan cepat yang dilakukan tim pengamanan menemukan fakta mencengangkan. Tiga orang penyusup teridentifikasi sebagai anggota kelompok Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) pimpinan S.M. Kartosoewirjo. Mereka adalah Sanusi alias Uci Sanusi, pelaku penembakan; Kamil alias Harun bin Karta, yang sempat menyelundupkan granat; Jaya Permana alias Hidayat bin Mustafa, yang juga gagal mengeksekusi rencana karena diliputi rasa takut.

Baca juga :
5 Negara Paling Cocok untuk "Kabur" selama Liburan Iduladha

Salah satu dari mereka menyembunyikan pistol di bawah tikar salat saat mendadak membatalkan niatnya. Lainnya sempat membuang granat ke sungai setelah salat selesai. Dari sembilan pelaku yang terlibat, enam akhirnya divonis mati, tiga lainnya dihukum penjara seumur hidup.

Lahirnya Resimen Tjakrabirawa

Peristiwa ini menjadi titik balik dalam sistem pengamanan kepala negara. Kegagalan mendeteksi penyusupan hingga ke ring satu membuat negara sadar bahwa pengamanan Presiden harus ditangani satuan elite tersendiri. Tak lama setelah insiden, Presiden Sukarno membentuk satuan khusus bernama Resimen Tjakrabirawa, cikal bakal sistem pengamanan presiden modern di Indonesia.

Sumber: Historia

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Iduladha Presiden Sukarno Iduladha 1962 Pengamanan Presiden

Terkini | Sabtu, 08/08/2026 13:59 WIB

News

Dirjenpas Ekspor, Produk Coco Sheet Lapas Purwokerto Tembus Pasar China

Gaya Hidup

Purnama Sturgeon 28 Agustus 2026 Bertepatan dengan Gerhana Bulan Sebagian

News

PMA No 16/2026 Terbit, Ini Struktur Baru Ditjen Pesantren dan Ditjen Pendis

News

Binus University Perluas Akses Pendidikan AI ke Sejumlah Kota

News

Kepala BGN Bakal Tutup Permanen SPPG Tanpa SLHS hingga 10 Agustus

News

Gerhana Matahari 12 Agustus Nampak Bergerak Mundur? Ini Penjelasan NASA

Gaya Hidup

Asal Usul dan Makna Dibalik Peringatan Hari Kebahagiaan Setiap 8 Agustus

Humanika

Mengapa Hari Persekutuan Internasional Diperingati Setiap 8 Agustus?

Gaya Hidup

Hari Kucing Sedunia Setiap 8 Agustus, Ini Sejarah dan Maknanya

Olahraga

Barcelona Tantang Real Madrid dalam Perburuan Rodri

Olahraga

Gagal Rekrut Vinicius Junior, Arsenal Sudah Siapkan Alternatif

Olahraga

Manchester United Bidik Bek Bologna, Harga Tembus Rp390 Miliar

Olahraga

Napoli Incar Gabriel Jesus, Arsenal Sudah Tentukan Harga yang Cocok

Olahraga

Tottenham Sepakat Perpanjang Kontrak Micky van de Ven

Gaya Hidup

Enam Ucapan Singkat HUT ASEAN 2026 yang Penuh Makna

Olahraga

Arsenal Pantau Romero, Spurs Terancam Kehilangan Kapten

Humanika

HUT Hari ASEAN Diperingati 8 Agustus, Begini Sejarah Panjang Pembentukannya

Humanika

8 Agustus 2026, Cek Daftar Peringatan Hari Ini

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777