Poster Selamat Datang di Manchester untuk Carlos Tevez (Foto: Telegraph)
Jakarta, Jurnas.com - Di balik gemerlap sepak bola dunia, ada kisah-kisah yang tak hanya berlangsung di atas lapangan, tapi juga di meja negosiasi. Salah satunya adalah transfer pemain antar dua klub rival.
Dalam banyak kasus, keputusan semacam ini tak sekadar mengubah komposisi skuat, tapi bisa mengguncang emosi jutaan penggemar. Sepak bola, pada titik ini, bukan lagi sekadar taktik dan gol, melainkan urusan identitas, harga diri, dan loyalitas.
Tak semua transfer ditanggapi dengan damai. Beberapa berpindah secara diam-diam, lainnya dengan gegap gempita yang disambut dengan spanduk cacian dan lemparan benda dari tribun.
Ketika seorang pemain membela warna klub yang selama ini dia lawan mati-matian, publik pun bereaksi. Ada yang kecewa, ada yang marah, ada pula yang merasa dikhianati.
Kepindahan Figo dari Barcelona ke Real Madrid adalah salah satu transfer paling kontroversial dalam sejarah sepak bola. Dengan biaya transfer sebesar €62 juta, Figo menjadi simbol pengkhianatan bagi fans Barcelona.
Saat kembali ke Camp Nou, ia disambut dengan lemparan kepala babi dan berbagai benda lainnya, menunjukkan betapa dalamnya rasa sakit hati para suporter.
Sebagai kapten Tottenham, Campbell pindah ke rival sekota Arsenal dengan status bebas transfer. Langkah ini membuatnya dicap sebagai pengkhianat oleh fans Spurs.
Meskipun menghadapi tekanan besar, Campbell berhasil meraih kesuksesan bersama Arsenal, termasuk dua gelar Liga Premier.
Setelah sukses bersama Manchester United, Tevez membuat langkah mengejutkan dengan bergabung ke rival sekota, Manchester City.
Transfer ini memicu ketegangan antara kedua klub dan suporter, terutama setelah City memasang billboard bertuliskan `Welcome to Manchester` yang menampilkan Tevez.
Cole, yang merupakan produk akademi Arsenal, pindah ke Chelsea setelah kontroversi terkait negosiasi kontrak. Fans Arsenal merasa dikhianati, dan Cole sering kali menjadi sasaran ejekan saat menghadapi mantan klubnya.
Lewandowski pindah ke rival utama Dortmund, Bayern Munich, dengan status bebas transfer. Meskipun transfer ini legal, banyak fans Dortmund merasa kecewa dan marah atas keputusan sang striker.
Batshuayi membuat langkah kontroversial dengan pindah dari Fenerbahce ke rival beratnya, Galatasaray. Transfer ini memicu kemarahan fans Fenerbahce, bahkan keluarga Batshuayi menerima ancaman serius.
Setelah berselisih dengan manajemen Ajax, Cruyff bergabung dengan rival berat, Feyenoord. Meskipun awalnya mendapat kritik, dia membantu Feyenoord meraih gelar liga dan piala domestik, membuktikan kualitasnya sebagai legenda sejati.
Pirlo pindah dari AC Milan ke Juventus setelah kontraknya tidak diperpanjang. Di Juventus, ia kembali menunjukkan performa terbaiknya dan membantu klub meraih berbagai gelar, membuat fans Milan menyesali kepergiannya.
Cantona pindah dari Leeds ke Manchester United dan menjadi salah satu pemain kunci dalam kesuksesan United di era 1990-an. Transfer ini memperkuat rivalitas antara kedua klub dan membuat fans Leeds merasa dikhianati.
Torres pindah dari Liverpool ke Chelsea dengan biaya transfer tinggi. Meskipun tidak terlalu sukses di Chelsea, transfer ini tetap menyakitkan bagi fans Liverpool yang menganggap Torres sebagai ikon klub.
Jum'at, 19/06/2026 09:14 WIB
Sabtu, 13/06/2026 06:46 WIB
Sabtu, 13/06/2026 06:26 WIB
Sabtu, 13/06/2026 05:40 WIB