https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Ancaman Fraud, Bank DKI Imbau Waspadai Social Engineering

Syafira | Kamis, 27/02/2025 09:37 WIB



Kasus fraud perbankan masih jadi ancaman, simak penjelasannya Bank DKI Himbau Waspada Social Engineering. (Foto: Jurnas/Ist).

Jakarta, Jurnas.com- Kasus fraud perbankan masih jadi ancaman. Terlebih, dengan semakin majunya teknologi, fraud bisa dilakukan melalui berbagai metode.

Dijelaskan PT Bank DKI (Bank DKI), salah satu cara yang umum dipakai ketika seorang fraudster melakukan aksinya. Misalnya, dengan meminta identitas pribadi saat nasabah hendak mengakses aplikasi mobile banking-nya.

“Jadi penggunanya itu dihubungi, di-SMS, dibuat phishing namanya dengan website gadungan, kemudian diiming-iming hadiah. Dengan tidak sadar, dia memberikan user ID sama password atau pin-nya,” ungkap Amirul Wicaksono, Direktur Teknologi dan Operasional, di acara Infobank Financial Love Story: Protect Your Heart, Grow Your Health, Secure Your Future, baru-baru ini.

Baca juga :
Ragam Peristiwa Sejarah 11 April, dari Bank DKI Berdiri-Kelahiran KDM

“Kalau itu sudah didapatkan sama fraudster-nya, dia tinggal melakukan transaksi ke banknya, dan karena biasanya, security di bank itu melalui tiga hal itu, bisa jadi akan dinilai orangnya adalah orang yang punya rekening,” tambahnya.

Untuk itu, Amirul mengingatkan masyarakat untuk selalu mewaspadai tingkah laku modus fraud perbankan, khususnya secara digital. Sebagai contoh, ia mengingatkan untuk meningkatkan frekuensi mengganti password mobile banking.

Baca juga :
Kamboja Tutup 190 Pusat Penipuan Online dalam Operasi Besar

Selanjutnya adalah menghiraukan modus pengiriman APK melalui WhatsApp. Jangan sampai meng-klik APK tersebut, karena ada kemungkinan ini merupakan bentuk phishing. Menjaga keamanan ponsel pintar juga menjadi wajib.

Terakhir, Amirul menegaskan pentingnya untuk tidak menyebarkan identitas pribadi seperti KTP ke sembarang orang, Khawatirnya, identitas ini akan disalahgunakan untuk keperluan tidak bertanggung jawab.

Baca juga :
Fakta Sidang Kredit Sritex: Saksi Tegaskan Tidak Ada Intervensi Direksi

Sebagai penutup, Amirul memastikan bahwa bank-bank ini selalu menjaga kualitas keamanan perbankan tetap terjaga. Pengamanan yang dilakukan industri perbankan dinilai menyulitkan fraudster untuk bekerja.

“Di bank, aplikasi-aplikasi itu tentunya sudah cukup kuat. Jadi sudah diverifikasi, sudah dites cukup kuat. Ditembak fraudster-nya harusnya nggak bisa,” tegas Amirul.

Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Arie Rinaldi menambahkan sebagai bentuk komitmen terhadap keamanan siber, Bank DKI juga mengajak seluruh nasabah untuk selalu memastikan bahwa mereka hanya mengakses layanan perbankan melalui kanal resmi serta tidak mudah tergiur dengan tawaran mencurigakan yang mengatasnamakan pihak bank. “Kami berupaya terus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan digital, sehingga setiap transaksi dapat dilakukan dengan lebih aman dan nyaman,” tambah Arie.

Dalam kesempatan tersebut Bank DKI turut memperkenalkan produk yang dapat dimafaatkan oleh generasi muda, khususnya generasi Z untuk membantu perencanaan keuangan yang lebih baik, dengan Tabungan Monas Rencana yang dirancang untuk membantu nasabah mengelola tabungan secara lebih disiplin dan terarah guna mencapai berbagai tujuan keuangan yang diharapkan, misalnya biaya pendidikan, liburan, hingga biaya pernikahan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Fraud Bank DKI Social Engineering

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777