https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Awas Bahaya Abu Vulkanik yang Menempel di Mobil dan Motor

Muhammad Habib Saifullah | Minggu, 06/09/2026 21:05 WIB



Abu vulkanik mengandung tajamnya kristal silika serta material asam yang dapat merusak cat, komponen besi, hingga sistem pembakaran mesin Arsip foto - Gunung Anak Krakatau Erupsi (Biro KLIK Kementerian ESDM)

Jakarta, Jurnas.com - Guyuran abu vulkanik akibat erupsi gunung berapi tidak hanya mengancam kesehatan pernapasan, tetapi juga menyimpan potensi bahaya fatal bagi kendaraan bermotor yang terparkir di area terbuka.

Banyak pemilik mobil dan sepeda motor keliru menganggap abu vulkanik sama seperti debu jalanan biasa. Akibatnya, pembersihan sering kali ditunda atau dilakukan secara asal-asalan.

Padahal, abu vulkanik mengandung tajamnya kristal silika serta material asam yang dapat merusak cat, komponen besi, hingga sistem pembakaran mesin jika tidak langsung dibersihkan secara benar.

Baca juga :
Ini Risikonya jika Pesawat Terkena Abu Vulkanik saat Terbang

Berikut ini beberapa dampak buruk abu vulkanik yang menempel di kendaraan jika dibiarkan terlalu lama:

1. Merusak Lapisan Cat dan Memicu Baret Permanen

Baca juga :
Abu Vulkanik vs Debu Biasa, Kenali Perbedaannya

Abu vulkanik sejatinya merupakan pecahan batuan tajam dan partikel silika halus.

Jika menyapu atau mengelap bodi kendaraan dalam kondisi kering, partikel tajam ini akan bertindak layaknya amplas kasar yang menggores clear coat (lapisan pelindung cat). Baret halus (swirl mark) hingga goresan dalam tidak akan bisa dihilangkan hanya dengan pemolesan biasa.

Baca juga :
Asal Usul Nama Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda

2. Mempercepat Korosi dan Karat pada Komponen Besi

Partikel abu gunung berapi memiliki kandungan sulfur (belerang) dan bersifat asam. Ketika abu yang menempel di bodi atau kolong kendaraan terkena kelembapan udara atau percikan air hujan, reaksi kimia asam akan terjadi.

Sifat asam inilah yang dengan cepat mengikis lapisan pelindung logam hingga memicu tumbuhnya karat pada sasis, knalpot, dan kaki-kaki kendaraan.

3. Merusak Karet Wiper dan Menggores Kaca Utama

Abu vulkanik yang mengendap di balik bilah wiper sering kali tidak disadari pengemudi. Saat wiper dinyalakan untuk membersihkan kaca depan (windshield), gesekan antara karet wiper yang berabu tebal dan permukaan kaca akan langsung memicu goresan permanen yang mengganggu visibilitas berkendara.

4. Penyumbatan Filter Udara dan Kerusakan Mesin

Partikel abu vulkanik berukuran sangat mikro (PM10 hingga PM2.5) sehingga mudah tersedot masuk ke dalam ruang mesin melalui saluran asupan udara (air intake).

Jika filter udara tersumbat abu tebal, aliran udara menuju ruang bakar akan terhambat, memicu penurunan performa mesin, pemborosan bahan bakar, hingga risiko ausnya dinding silinder piston.

5. Merusak Sistem Pengereman

Debu abu vulkanik yang menyusup ke sela-sela kaliper, piringan cakram (disc brake), atau tromol dapat mengganggu kinerja pengereman. Gesekan partikel keras di antara kampas rem dan cakram memicu bunyi decit tajam serta mempercepat keausan komponen pengereman secara tidak merata.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Abu Vulkanik Dampak Abu Vulkanik Kendaraan Bermotor Gunung Anak Krakatau

Terkini | Sabtu, 12/09/2026 09:27 WIB

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777