https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

7 Cara Melindungi Diri dari Paparan Abu Vulkanik

Vaza Diva | Minggu, 06/09/2026 11:15 WIB



Berikut sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik.

Gunung Anak Krakatau meletus (Foto: BNPB)

Jakarta, Jurnas.com - Abu vulkanik merupakan material halus yang dikeluarkan gunung api saat terjadi erupsi.

Partikel abu dapat terbawa angin dan menyebar ke wilayah yang cukup jauh dari pusat erupsi.

Paparan abu vulkanik perlu diwaspadai karena dapat mengganggu saluran pernapasan, mengiritasi mata dan kulit, serta mengurangi kualitas udara.

Baca juga :
BMKG: Abu Anak Krakatau Capai 50.000 Kaki, Sebaran Meluas ke Enam Provinsi

Karena itu, masyarakat perlu mengetahui cara melindungi diri ketika terjadi hujan abu.

Berikut sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik.

1. Gunakan Masker yang Sesuai

Masker menjadi salah satu perlengkapan penting ketika berada di wilayah yang terdampak hujan abu. Gunakan masker yang dapat menyaring partikel halus dengan baik dan pastikan terpasang rapat menutupi hidung serta mulut.

Baca juga :
Abu Vulkanik Anak Krakatau, Warga Diimbau Pakai Masker

Jika tidak memiliki masker khusus, masyarakat tetap dianjurkan menggunakan pelindung pernapasan yang tersedia daripada beraktivitas tanpa perlindungan.

2. Lindungi Mata

Abu vulkanik dapat menyebabkan mata terasa perih, merah, berair, atau mengalami iritasi. Karena itu, gunakan kacamata pelindung ketika harus berada di luar ruangan.

Baca juga :
Geger Dentuman di Bandung Raya, BMKG Pastikan Bukan dari Aktivitas Gempa

Hindari menggunakan lensa kontak saat kondisi udara dipenuhi abu karena partikel dapat terperangkap di antara lensa dan permukaan mata.

3. Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Ketika terjadi hujan abu, sebaiknya masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama saat konsentrasi abu di udara cukup tinggi.

Tutup pintu dan jendela rumah untuk mencegah abu masuk ke dalam ruangan. Jika memungkinkan, tetap berada di dalam rumah hingga kondisi udara membaik dan situasi dinyatakan aman.

4. Tutup Sumber Air dan Makanan

Abu vulkanik dapat mengotori sumber air dan makanan yang dibiarkan terbuka. Karena itu, wadah air sebaiknya ditutup rapat dan makanan disimpan di tempat yang terlindung.

Air yang diduga telah tercemar abu juga sebaiknya tidak langsung digunakan untuk dikonsumsi sebelum dipastikan keamanannya.

5. Bersihkan Abu dengan Cara yang Tepat

Abu vulkanik yang menumpuk di rumah, halaman, atau kendaraan perlu dibersihkan secara hati-hati. Hindari menyapu abu secara berlebihan dalam kondisi kering karena tindakan tersebut dapat membuat partikel kembali beterbangan dan terhirup.

Gunakan alat pelindung pernapasan dan, jika memungkinkan, sedikit membasahi permukaan sebelum membersihkannya agar abu tidak mudah beterbangan.

6. Hindari Menggosok Mata

Jika mata terkena abu vulkanik, jangan menggosoknya karena dapat memperparah iritasi atau menyebabkan permukaan mata mengalami luka.

Segera bersihkan mata dengan air bersih. Jika keluhan seperti nyeri, kemerahan, atau gangguan penglihatan terus berlangsung, segera mencari pertolongan medis.

7. Ikuti Informasi dan Imbauan Resmi

Masyarakat yang berada di sekitar gunung api perlu mengikuti informasi dari lembaga dan pemerintah daerah yang berwenang.

Perhatikan informasi mengenai perkembangan aktivitas gunung api, arah sebaran abu, wilayah yang perlu dihindari, serta rekomendasi evakuasi apabila situasi mengharuskannya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Abu Vulkanik Anak Krakatau Erupsi Anak Krakatau Paparan Abu Vulkanik

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777