Anggota MPR RI Fraksi Partai Demokrat Daerah Pemilihan Aceh, H. Teuku Ibrahim, S.T., M.M. (Foto: Humas MPR)
Banda Aceh, Jurnas.com – SMAN 2 Banda Aceh berhasil keluar sebagai Juara I Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2026 setelah melalui persaingan yang berlangsung sangat ketat hingga babak akhir.
Menariknya, tiga sekolah finalis sama-sama mengumpulkan nilai 100 poin, sehingga penentuan juara harus dilakukan berdasarkan pembobotan nilai sesuai ketentuan lomba. Dengan bobot nilai 31, SMAN 2 Banda Aceh resmi menjadi wakil Provinsi Aceh pada Putaran Final LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Nasional di Jakarta yang rencananya akan dilaksanakan mulai tanggal 21 Agustus 2026.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti tingginya kualitas pelajar Aceh dalam memahami nilai-nilai kebangsaan sekaligus menunjukkan bahwa kompetisi tidak hanya menguji kemampuan menjawab soal, tetapi juga mengukur konsistensi, ketepatan, dan kualitas penguasaan materi Empat Pilar MPR RI di setiap sesi perlombaan.
LCC Empat Pilar MPR RI yang diikuti sembilan sekolah terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di Aceh merupakan bagian dari komitmen MPR RI dalam menanamkan sekaligus memperkuat pemahaman generasi muda terhadap Empat Pilar MPR RI, yakni Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.
Lomba secara resmi dibuka oleh Anggota MPR RI Fraksi Partai Demokrat Daerah Pemilihan Aceh, H. Teuku Ibrahim, S.T., M.M. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa LCC Empat Pilar MPR RI merupakan investasi strategis dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki wawasan kebangsaan, karakter kepemimpinan, serta komitmen menjaga keutuhan bangsa.
Menurut Teuku Ibrahim, Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berintegritas, menjunjung tinggi persatuan, serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai Empat Pilar dalam kehidupan sehari-hari.
"Setiap proses dalam kompetisi ini merupakan bagian dari pembentukan karakter. Karena itu, saya mengajak seluruh peserta bertanding dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, menghormati sesama peserta, serta menjadikan kompetisi ini sebagai momentum memperluas wawasan dan mempererat persaudaraan antarpelajar dari seluruh Aceh," ujarnya.
Ia menilai keberhasilan menjadi juara tingkat provinsi bukanlah garis akhir, melainkan awal dari perjuangan yang lebih besar untuk mengharumkan nama Aceh di tingkat nasional.
"Kami bangga atas prestasi yang telah diraih. Kini saatnya membawa gelar Juara Nasional ke Aceh. Persiapkan diri sebaik mungkin, terus belajar, jaga kekompakan, dan tunjukkan bahwa pelajar Aceh mampu menjadi yang terbaik di Indonesia. Saya optimistis wakil Aceh memiliki kapasitas untuk meraih prestasi tertinggi pada Putaran Final LCC Empat Pilar MPR RI Tahun 2026," tegas Teuku Ibrahim.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Aceh yang diwakili Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK, Syarwan Joni, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada MPR RI yang secara konsisten menghadirkan ruang pembelajaran kebangsaan melalui LCC Empat Pilar.
Menurutnya, kompetisi tersebut bukan sekadar perlombaan akademik, tetapi wahana pembentukan karakter, kemampuan berpikir kritis, serta penguatan semangat kebangsaan di kalangan pelajar.
Ia menambahkan bahwa Aceh memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, prestasi para pelajar Aceh diharapkan menjadi kelanjutan dari semangat perjuangan tersebut melalui karya, karakter, dan dedikasi bagi bangsa dan negara.
Mengakhiri sambutannya, Syarwan Joni mengingatkan bahwa kemenangan sejati tidak hanya diukur dari perolehan nilai, tetapi juga dari karakter, integritas, dan manfaat yang diberikan kepada masyarakat.
Seleksi tingkat provinsi tahun ini diikuti oleh SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh, SMAN 2 Gunung Meriah, SMAN 1 Teunom, SMAN 2 Banda Aceh, SMAN 3 Langsa, SMAN Unggul Aceh Timur, SMAN 2 Bukit, SMAN 1 Kutacane, dan SMKN 1 Takengon.
Pelaksanaan lomba terdiri atas tiga sesi, yakni Wawasan Empat Pilar, Tematik Empat Pilar, dan Babak Rebutan.
Persaingan mencapai puncaknya pada babak final ketika SMAN 2 Banda Aceh, SMAN 3 Langsa, dan SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh sama-sama mengumpulkan nilai 100 poin. Sesuai pedoman perlombaan, penentuan juara kemudian dilakukan berdasarkan pembobotan nilai yang dihitung dari capaian peserta pada setiap sesi.
Hasil akhir menunjukkan SMAN 2 Banda Aceh menjadi Juara I dengan nilai 100 dan bobot nilai 31. Posisi Juara II diraih SMAN 3 Langsa dengan nilai 100 dan bobot nilai 30, sedangkan Juara III diraih SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh dengan nilai 100 dan bobot nilai 29.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa kualitas tiga finalis berada pada level yang sangat kompetitif, sementara pembobotan nilai menjadi instrumen objektif untuk menentukan sekolah dengan performa terbaik secara menyeluruh selama kompetisi.
Penghargaan Yel-Yel Terbaik diberikan kepada SMAN 2 Gunung Meriah, SMAN 2 Bukit, dan SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh.
Penilaian dilakukan secara independen oleh dewan juri yang terdiri atas Dr. Nurlis Effendi, S.H., M.H., Prof. Dr. Syahrizal Abbas, M.A., dan Dr. M. Yasir Putra Utama, S.H., M.H., sehingga hasil perlombaan mencerminkan proses penilaian yang profesional, objektif, dan akuntabel.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah, S.E., M.M., Kepala Biro Keuangan Setjen MPR RI Dra. Triyatni, Kepala Bagian Sekretariat Badan Anggaran Setjen MPR RI Rosando, S.I.K., M.Si., M.H., serta Kepala Bagian Perencanaan Setjen MPR RI Novinda Efrilla, S.E., M.M.
LCC Empat Pilar MPR RI merupakan salah satu instrumen strategis MPR RI dalam membangun generasi muda yang cerdas, berkarakter, serta memiliki komitmen kuat terhadap Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Keberhasilan SMAN 2 Banda Aceh diharapkan menjadi momentum bagi Aceh untuk kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional sekaligus membuktikan bahwa pelajar Aceh mampu menjadi teladan dalam penguasaan wawasan kebangsaan dan implementasi nilai-nilai konstitusi.
Minggu, 02/08/2026 03:01 WIB
Minggu, 02/08/2026 00:04 WIB
Minggu, 26/07/2026 10:05 WIB