https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

WHO Minta Pembatasan Perjalanan Akibat Ebola Ditinjau Ulang

Muhammad Habib Saifullah | Minggu, 31/05/2026 14:01 WIB



WHOmendesak negara-negara yang memberlakukan pembatasan perjalanan akibat virus Ebola untuk ditinjau ulang Tampilan kantor pusat Organisasi Kesehatan Dunia WHO di Jenewa, Swiss, 28 Januari 2025. REUTERS

Jakarta, Jurnas.com - Direktur Jenderal (Dirjen) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus, Sabtu (30/5), mendesak negara-negara yang memberlakukan pembatasan perjalanan dan menutup perbatasan setelah merebaknya Ebola di Republik Demokratik Kongo dan Uganda untuk mempertimbangkan kembali langkah tersebut.

Kanada dan Amerika Serikat telah memberlakukan pembatasan perjalanan serta penangguhan visa bagi penduduk dari Kongo, Uganda, dan Sudan Selatan dengan alasan wabah tersebut.

Rwanda dan Uganda juga membatasi perjalanan dari Kongo. Kedua negara itu berbatasan langsung dengan Kongo. Warga negara asing yang pernah melakukan perjalanan melalui Kongo dalam 30 hari terakhir tidak diizinkan memasuki Rwanda.

Baca juga :
MSF Sebut Wabah Ebola di RD Kongo Sangat Mengkhawatirkan

Dalam konferensi pers di Bunia, ibu kota Provinsi Ituri yang menjadi pusat wabah, Ghebreyesus mengatakan persatuan dan solidaritas merupakan senjata terbaik untuk melindungi diri dari epidemi Ebola. Menurutnya, pembatasan perjalanan dapat menghambat transparansi dalam pelaporan kasus.

Dia juga mendesak masyarakat setempat untuk tetap menjadi pusat dari upaya penanganan strain Bundibugyo Ebola, yang hingga kini belum ada vaksin maupun pengobatan yang disetujui untuk wabah itu.

Baca juga :
Saudi Jamin Haji 2026 Bebas dari Ebola hingga Hantavirus

"Kami tidak datang untuk memberi tahu masyarakat apa yang harus dilakukan. Kami datang untuk mendengarkan. Masyarakat memahami tantangan mereka sendiri dan solusi mereka sendiri. Peran kami adalah mendukung Anda dalam menerapkan solusi tersebut, bersama-sama," kata Ghebreyesus.

Sedikitnya 134 kasus terkonfirmasi telah dilaporkan dalam wabah yang sedang berlangsung di Kongo dan Uganda, menurut pembaruan WHO yang dirilis pada Jumat. Jumlah kematian akibat Ebola tercatat sebanyak 18 orang dari kasus-kasus terkonfirmasi di kedua negara tersebut.

Baca juga :
Cegah Ebola, Bahrain Tangguhkan Kedatangan Wisatawan dari 3 Negara Afrika

Otoritas kesehatan Kongo menyatakan kasus suspek baru terus ditemukan, dengan jumlah kumulatif lebih dari 1.000 kasus yang tercatat sejak wabah Ebola diumumkan pada 15 Mei.

Strain Bundibugyo Ebola saat ini terkonsentrasi di tiga provinsi di bagian timur Kongo, yakni Ituri, Kivu Utara, dan Kivu Selatan.

Sumber: Anadolu

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Virus Ebola Negara Afrika WHO Ebola

Terpopuler

Sabtu, 30/05/2026 07:07 WIB
Humanika

30 Mei 2026: Cek Daftar Peringatan di Dunia Hari Ini

Jum'at, 29/05/2026 08:08 WIB
Ototekno

Bezzecchi Kejar Mimpi Menang di MotoGP Italia 2026

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777