Arsip - Bendera AS dan Iran terlihat dalam ilustrasi ini, dibuat pada 18 Juni 2025 (Foto: REUTERS)
Washington, Jurnas.com - Biaya yang dikeluarkan dalam operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran dilaporkan telah mencapai sekitar 61 miliar dolar AS atau setara kurang lebih Rp1.000 triliun.
Angka tersebut mengacu pada pemantauan langsung melalui Iran War Cost Tracker yang memperbarui data secara real-time.
Platform tersebut menghitung total pengeluaran berdasarkan berbagai komponen, termasuk biaya personel militer, pengerahan armada laut, serta kebutuhan operasional lainnya di kawasan konflik.
Perhitungan biaya mengacu pada laporan Pentagon kepada Kongres, yang mencatat bahwa enam hari awal operasi telah menghabiskan sekitar 11,3 miliar dolar AS (sekitar Rp194 triliun).
Selain itu, terdapat tambahan pengeluaran yang diperkirakan mencapai 1 miliar dolar AS (sekitar Rp17 triliun) setiap harinya.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur serta jatuhnya korban sipil.
Situasi sempat mereda ketika pada 7 April, Washington dan Teheran sepakat melakukan gencatan senjata selama dua pekan.
Namun, perundingan lanjutan yang digelar di Islamabad tidak menghasilkan kesepakatan berarti.
Meski tidak ada deklarasi resmi dimulainya kembali konflik, pihak AS tetap memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran.
Pada Selasa (21/4), Donald Trump menyampaikan bahwa gencatan senjata akan diperpanjang, sementara kebijakan blokade tetap berjalan.
Sehari setelahnya, ia juga mengungkapkan bahwa pembicaraan damai dengan Iran mungkin akan berlangsung dalam rentang waktu 36 hingga 72 jam ke depan.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti - OANA
Sabtu, 25/04/2026 10:02 WIB
Sabtu, 25/04/2026 04:04 WIB
Kamis, 23/04/2026 06:30 WIB