Anggota Komisi I DPR RI Yudha Novanza Utama. (Foto: Ist)
Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi I DPR RI, Yudha Novanza Utama meminta pemerintah memastikan perlindungan maksimal bagi warga negara Indonesia (WNI) di Lebanon, menyusul potensi eskalasi konflik antara Israel dan Hizbullah.
Menurut dia, keselamatan WNI di luar negeri harus menjadi prioritas, apalagi dalam situasi konflik bersenjata yang bisa meningkat sewaktu-waktu. “Keamanan WNI harus jadi perhatian utama negara, terutama di wilayah yang rawan konflik,” ujarnya di Jakarta, Senin (20/4).
Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, saat ini terdapat 934 WNI di Lebanon. Rinciannya, 756 orang merupakan personel yang tergabung dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), sementara 178 lainnya adalah warga sipil.
Yudha menilai pemerintah perlu memastikan kesiapan rencana kontingensi untuk menghadapi kemungkinan terburuk. Ia mengingatkan, konflik di Lebanon tidak hanya berdampak pada stabilitas kawasan, tetapi juga berkaitan dengan peran Indonesia dalam misi perdamaian dunia serta perlindungan warganya.
Ia juga mengapresiasi langkah cepat pemerintah melalui Kemlu dan perwakilan RI di luar negeri dalam memantau kondisi WNI. Meski begitu, ia menekankan kewaspadaan tidak boleh kendur mengingat situasi yang masih sangat dinamis.
Di sisi lain, Yudha mendorong pemerintah terus aktif dalam diplomasi internasional guna menekan eskalasi konflik, termasuk melalui forum multilateral seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Komisi I DPR RI, lanjut dia, akan terus memantau perkembangan situasi di Lebanon sekaligus memastikan pemerintah siap melindungi WNI di tengah dinamika konflik global yang kian kompleks.
“Indonesia harus konsisten mendorong penyelesaian damai, sembari memastikan keselamatan WNI tetap jadi prioritas dalam setiap kebijakan luar negeri,” tegasnya.
Selasa, 14/04/2026 21:18 WIB