https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Ilmuwan Kini Bisa "Mengedit" Sirkuit Otak untuk Meningkatkan Daya Ingat

Agus Mughni | Senin, 20/04/2026 11:05 WIB



Terobosan baru dalam dunia neurosains menunjukkan bahwa ilmuwan kini mampu “mengedit” sirkuit otak untuk memperkuat memori Terobosan baru dalam dunia neurosains menunjukkan bahwa ilmuwan kini mampu `mengedit` sirkuit otak untuk memperkuat memori (Foto: Earth)

Jakarta, Jurnas.com - Terobosan baru dalam dunia neurosains menunjukkan bahwa ilmuwan kini mampu “mengedit” sirkuit otak untuk memperkuat memori. Studi terbaru menemukan bahwa pengurangan koneksi saraf tertentu secara selektif justru dapat membuat ingatan menjadi lebih kuat dan bertahan lebih lama.

Penelitian ini menantang anggapan lama bahwa semakin banyak koneksi saraf selalu berarti daya ingat yang lebih baik. Sebaliknya, hasil studi menunjukkan bahwa pengurangan koneksi yang tepat dapat membuat jaringan otak bekerja lebih efisien.

Dikutip dari Earth, penelitian ini berfokus pada hipokampus, bagian otak yang berperan penting dalam pembentukan memori. Tim yang dipimpin oleh Dr. Sangkyu Lee dari Institute for Basic Science (IBS) mengembangkan metode khusus untuk menargetkan koneksi saraf tertentu.

Baca juga :
Konsumsi Garam Berlebih Diduga Percepat Penurunan Daya Ingat pada Pria

Dengan sistem yang mereka kembangkan, peneliti berhasil mengurangi sekitar 27 persen sinapsis (koneksi antar sel saraf) di area tertentu tanpa merusak neuron atau serabut saraf.

Alat yang digunakan dalam penelitian ini disebut SynTrogo, yang memungkinkan ilmuwan mengontrol koneksi mana yang “dipangkas” tanpa merusak jaringan otak secara keseluruhan.

Baca juga :
7 Kebiasaan yang Bisa Kurangi Daya Ingat, Sering Dilakukan Tanpa Disadari

Metode ini bekerja dengan memberi “tanda” pada sel saraf tertentu, sehingga sel pendukung otak (astrocytes) dapat mengenali dan berinteraksi dengannya. Selanjutnya, bagian kecil dari koneksi tersebut dihapus secara halus, bukan dihancurkan.

Menariknya, sistem ini berhenti secara otomatis setelah proses selesai, sehingga perubahan tetap terkendali dan tidak meluas.

Baca juga :
Makan Cokelat Hitam Sebelum Belajar Bisa Bantu Tajamkan Ingatan

Setelah proses “pemangkasan”, koneksi yang tersisa tidak hanya bertahan, tetapi juga menjadi lebih kuat. Struktur di kedua sisi koneksi membesar dan lebih efisien dalam mengirim serta menerima sinyal.

Pengukuran aktivitas listrik juga menunjukkan bahwa meskipun sinyal latar berkurang, respons aktif justru meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa otak mampu beradaptasi dan mengoptimalkan koneksi yang tersisa.

Dalam uji coba pada tikus, hewan dengan sirkuit otak yang telah diedit menunjukkan performa memori yang lebih baik. Mereka mampu mengingat lebih lama, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Efek ini terlihat hingga lebih dari tiga minggu setelah proses pembelajaran, menunjukkan bahwa perubahan pada tingkat mikroskopis benar-benar berdampak pada perilaku.

Penelitian ini memanfaatkan proses alami yang dikenal sebagai synaptic pruning, yaitu penghapusan koneksi saraf yang lemah untuk memperbaiki efisiensi jaringan otak.

“Ini adalah demonstrasi pertama bahwa sirkuit otak dapat diedit secara langsung dengan merekayasa interaksi fisik antara neuron dan astrocytes, terlepas dari aktivitas neuron,” ujar Dr. Lee.

Temuan ini membuka peluang baru dalam penelitian berbagai penyakit yang berkaitan dengan jumlah sinapsis abnormal, seperti Alzheimer, autisme, dan skizofrenia.

Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa penerapan pada manusia masih jauh. Penelitian ini masih terbatas pada hewan dan menggunakan teknik rekayasa genetik yang kompleks.

“Ini membuka kemungkinan ‘pengeditan konektom’ dan menyediakan platform baru untuk mempelajari serta membentuk ulang arsitektur fisik sirkuit saraf,” Dr. Lee menambahkan.

Studi ini, yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications, mengubah cara pandang ilmuwan terhadap memori. Bukan sekadar jumlah koneksi, tetapi kualitas dan keseimbangan antar koneksi yang menentukan seberapa baik otak bekerja.

Temuan ini menjadi langkah awal menuju pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana otak menyimpan dan mempertahankan ingatan. (*)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Sirkuit Otak Penguatan Memori Daya Ingat Alat SynTrogo

Terkini | Senin, 20/04/2026 13:04 WIB

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777