https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Doa Khusus Lailatul Qadar yang Dianjurkan Menurut Riwayat Islam

Agus Mughni | Rabu, 18/03/2026 22:15 WIB



Malam Lailatul Qadar dikenal sebagai momen paling istimewa dalam Ramadan, ketika pahala ibadah dilipatgandakan dan pintu ampunan terbuka luas Ilustrasi sedang berdoa saat malam Lailatul Qadar (Foto: Baznas)

Jakarta, Jurnas.com - Malam Lailatul Qadar dikenal sebagai momen paling istimewa dalam Ramadan, ketika pahala ibadah dilipatgandakan dan pintu ampunan terbuka luas. Karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa, terutama doa yang secara langsung diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw.

Anjuran tersebut berangkat dari hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah, yang pernah bertanya tentang amalan terbaik jika menemukan malam penuh kemuliaan itu. Rasulullah Saw kemudian mengajarkan sebuah doa singkat namun sarat makna sebagai inti dari permohonan seorang hamba.

Doa yang dimaksud berbunyi:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Baca juga :
Keutamaan Hari ke-29 Ramadan dan Doa yang Dianjurkan

Latin:
Allāhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī

Artinya:
Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”

Baca juga :
Malam Lailatul Qadar, Ini Doa yang Diajarkan oleh Istri Nabi Muhammad SAW

Selain itu, terdapat riwayat lain dengan tambahan sifat “karim” (Maha Pemurah), yang semakin menegaskan keluasan rahmat Allah dalam mengampuni dosa. Kedua redaksi doa tersebut sama-sama menekankan inti permohonan, yakni penghapusan kesalahan secara total.

Makna kata “’afuww” dalam doa tersebut tidak sekadar berarti memaafkan, melainkan menghapus dosa hingga tidak tersisa jejaknya. Dengan demikian, doa ini bukan hanya permintaan ampun, tetapi juga harapan agar dampak dosa dihilangkan sepenuhnya.

Baca juga :
Kapan Malam Lailatul Qadar 2026? Ini Penjelasannya

Para ulama menilai doa ini sebagai doa yang sangat jāmi’ atau komprehensif, karena mencakup pengakuan atas kelemahan manusia sekaligus pengharapan penuh kepada rahmat Allah. Oleh sebab itu, doa ini dianjurkan untuk dibaca berulang kali, terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadan.

Lebih jauh, malam Lailatul Qadar sendiri diyakini sebagai waktu mustajab untuk berdoa, sehingga setiap permohonan memiliki peluang besar untuk dikabulkan. Hal ini juga sejalan dengan hadis riwayat Abu Hurairah yang menyebutkan bahwa ibadah pada malam tersebut dapat menghapus dosa-dosa yang telah lalu.

Dalam perspektif yang lebih luas, para ulama seperti Ibnu Rajab menjelaskan bahwa anjuran meminta ampun setelah beribadah menunjukkan sikap rendah hati seorang hamba. Meskipun telah bersungguh-sungguh dalam amal, seorang mukmin tetap merasa belum sempurna dan kembali memohon pengampunan.

Sejalan dengan itu, ulama lain seperti Al-Baihaqi menegaskan bahwa memohon ampun tidak terbatas pada malam tertentu saja, melainkan dianjurkan setiap waktu. Namun, Lailatul Qadar menjadi momentum paling istimewa karena nilai spiritualnya yang jauh melampaui malam-malam lainnya.

Di sisi lain, makna doa ini juga berkaitan dengan konsep takdir, di mana permohonan ampun diyakini dapat menjadi sebab terhindarnya seseorang dari konsekuensi buruk akibat dosa. Hal ini selaras dengan pesan dalam Al-Qur’an bahwa musibah yang terjadi tidak lepas dari perbuatan manusia, namun Allah tetap membuka pintu maaf yang luas.

Karena itu, menghidupkan malam sejak waktu maghrib hingga fajar dengan ibadah dan doa menjadi langkah penting untuk meraih keutamaan tersebut. Mengabaikan malam ini berarti melewatkan kesempatan besar yang belum tentu terulang di masa mendatang. (*)

Wallahua`alam

Sumber: Muhammadiyah, NU Online, Rumaysho, dan berbagai sumber lainnya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Malam Lailatul Qadar Doa yang Dianjurkan Riwayat Islam

Terkini | Rabu, 20/05/2026 11:28 WIB

News

Said Abdullah: Pidato KEM PPKF Prabowo Jawab Keraguan Pasar

News

Puan Sebut Kehadiran Prabowo Tegaskan RAPBN 2027 untuk Rakyat

News

KPK Sita 4 Mobil dari Rumah Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko

Humanika

Sambut Fase Armuzna, Jemaah Dianjurkan Baca Shalawat 1.000 Kali per Hari

News

Prabowo Sampaikan Langsung KEM-PPKF, Misbhakun: Jangan Dikaitkan Rupiah

News

DPR Ingin Pengawasan Haji Lintas Sektor Lebih Maksimal

News

Puan Buka Paripurna Bahas Kebijakan Fiskal 2027, Presiden dan Wapres Hadir

News

Misbakhun Sebut KEM-PPKF Disampaikan Prabowo jadi Tradisi Baru

Humanika

4 Pertanyaan di Yaumul Hisab yang Wajib Diketahui Setiap Muslim

News

Legislator PKB Sarankan Prabowo Tempuh Jalur BoP untuk Bebaskan Jurnalis RI

News

KPK Limpahkan Dua Perkara Korupsi Sudewo ke Penuntutan

News

Jelang Tahun Ajaran Baru, Mensos Minta Tata Kelola Sekolah Rakyat Diperkuat

Gaya Hidup

Ini Sejarah dan Makna dari Peringatan Hari Lebah Sedunia Setiap 20 Mei

News

Misbakhun Soroti ADK Ex Officio LPS: Jangan Sekadar Datang, Duduk, Diam

News

Baleg DPR Kaji Tumpang Tindih Penentuan Kerugian Negara di Kasus Korupsi

News

Misbakhun Tegaskan Penyesuaian Tugas DK LPS Wajib Dikonsultasikan ke DPR

News

Wamensos Pastikan Renovasi Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat Mulai Jalan

Humanika

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Setiap 20 Mei, Ini Sejarahnya

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777