https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Ini Asal Usul Peringatan Hari Kebebasan Informasi

Vaza Diva | Senin, 16/03/2026 09:09 WIB



Peringatan Hari Kebebasan Informasi yang jatuh setiap tanggal 16 Maret memiliki akar sejarah yang kuat. Ilustrasi - Hari Kebebasan Informasi (Foto: Focuscoid)

Jakarta, Jurnas.com - Peringatan Hari Kebebasan Informasi yang jatuh setiap tanggal 16 Maret memiliki akar sejarah yang kuat dalam prinsip-prinsip demokrasi, terutama sebagai penghormatan atas hari kelahiran James Madison, Presiden keempat Amerika Serikat.

Madison, yang dikenal sebagai Bapak Konstitusi, merupakan tokoh kunci yang meyakini bahwa keterbukaan informasi adalah senjata utama rakyat untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan.

Baginya, sebuah pemerintahan yang tertutup dari akses publik hanya akan menciptakan ketidaktahuan yang menghambat kemajuan bangsa, sehingga transparansi menjadi fondasi mutlak agar rakyat dapat berdaulat sepenuhnya atas diri mereka sendiri.

Baca juga :
Trump Ungkap Kesabarannya terhadap Iran Mulai Habis Usai Temui Xi Jinping

Seiring berjalannya waktu, semangat yang diusung Madison bertransformasi menjadi gerakan global yang diakui secara hukum internasional.

Hal ini ditegaskan dalam Pasal 19 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia tahun 1948, yang menyatakan bahwa kebebasan mencari dan menerima informasi adalah hak dasar setiap individu.

Baca juga :
Trump Sebut Upaya Ambil Uranium Iran untuk Kepentingan Pencitraan

Momentum ini kemudian mendorong lahirnya berbagai aturan hukum di banyak negara, termasuk pengesahan Freedom of Information Act (FOIA) pada tahun 1966 di Amerika Serikat, hingga lahirnya Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik di Indonesia pada tahun 2008 sebagai jaminan akses data bagi masyarakat.

Di era digital saat ini, sejarah Hari Kebebasan Informasi menjadi pengingat yang semakin relevan di tengah ancaman disinformasi dan hoaks.

Baca juga :
Trump Sebut Perang dengan Iran akan Segera Berakhir

Peringatan ini tidak lagi hanya sekadar merayakan hak untuk mengetahui, tetapi juga menekankan pentingnya akurasi data yang disediakan oleh otoritas publik.

Dengan memahami sejarahnya, masyarakat diharapkan dapat lebih kritis dalam mengawal transparansi anggaran serta kebijakan pemerintah, sehingga cita-cita James Madison untuk menciptakan masyarakat yang berdaya melalui kekuatan pengetahuan dapat terus terjaga.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Hari Kebebasan Informasi 16 Maret James Madison Presiden AS

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777