https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Mengenal Bell`s Palsy, Kelumpuhan Wajah yang Bisa Pulih

Muhammad Habib Saifullah | Sabtu, 07/02/2026 20:05 WIB



Bell’s palsy adalah kondisi gangguan saraf wajah yang menyebabkan kelemahan atau kelumpuhan pada satu sisi wajah. Ilustrasi Bell`s palsy, kondisi gangguan saraf wajah yang menyebabkan kelemahan atau kelumpuhan pada satu sisi wajah (Foto: Laura Jager/Unsplash)

Jakarta, Jurnas.com - Bell’s palsy adalah kondisi gangguan saraf wajah yang menyebabkan kelemahan atau kelumpuhan pada satu sisi wajah. Kondisi ini dapat muncul secara mendadak dan sering kali membuat penderitanya terkejut karena perubahan wajah terjadi dalam waktu singkat.

Meski tampak mengkhawatirkan, Bell’s palsy umumnya bersifat sementara dan dapat pulih dengan penanganan yang tepat.

Penyebab pasti Bell’s palsy belum sepenuhnya diketahui. Namun, kondisi ini diyakini berkaitan dengan peradangan pada saraf fasialis, saraf yang mengendalikan otot-otot wajah.

Baca juga :
Viral, Pria Alami Bell`s Palsy setelah Tidur Terpapar Kipas Angin, Apa Kata Dokter?

Peradangan tersebut sering dikaitkan dengan infeksi virus, seperti virus herpes simpleks, yang memicu pembengkakan saraf dan mengganggu sinyal ke otot wajah.

Gejala Bell’s palsy biasanya berkembang dalam hitungan jam hingga hari. Penderita dapat mengalami wajah yang tampak menurun di satu sisi, sulit menutup mata, mulut tertarik ke satu arah, serta kesulitan tersenyum.

Baca juga :
Uni Eropa Masukkan Gangguan Saraf Langka ke Daftar Efek Samping Johnson & Johnson

Selain itu, sebagian orang juga merasakan nyeri di sekitar telinga, mata berair atau justru kering, perubahan indera perasa, hingga kepekaan berlebih terhadap suara.

Bell’s palsy dapat dialami oleh siapa saja, namun lebih sering terjadi pada orang dewasa, ibu hamil, serta individu dengan kondisi tertentu seperti diabetes atau infeksi saluran pernapasan.

Baca juga :
Wanita Ini Tak Bisa Tersenyum Selama Puluhan Tahun

Meski menyerupai gejala stroke, Bell’s palsy berbeda karena hanya memengaruhi saraf wajah dan tidak disertai gangguan kesadaran atau kelemahan anggota tubuh lainnya.

Dalam banyak kasus, Bell’s palsy dapat membaik dengan sendirinya dalam beberapa minggu hingga bulan. Penanganan medis biasanya difokuskan untuk mengurangi peradangan dan melindungi mata agar tidak mengalami iritasi atau cedera akibat kesulitan menutup kelopak. Terapi fisik wajah juga dapat membantu mempercepat pemulihan fungsi otot.

Meskipun sebagian besar penderita dapat pulih sepenuhnya, penting untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan ketika gejala muncul.

Diagnosis dan penanganan dini membantu memastikan bahwa kelumpuhan wajah yang dialami benar-benar Bell’s palsy dan bukan kondisi lain yang lebih serius.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

bell palsy kelumpuhan wajah saraf wajah gangguan saraf

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777