https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Bumi Makin Panas, Suhu Ekstrem Kini Jadi Normal Baru

Mutiul Alim | Jum'at, 06/02/2026 17:13 WIB



NASA merilis visualisasi suhu udara di Bumi yang terus bergeser ke arah yang lebih panas. Dan yang lebih mengkhawatirkan, suhu ekstrem kini kian sering terjadi Ilustrasi suhu panas (Foto: Doknet)

Jakarta, Jurnas.com - NASA merilis visualisasi suhu udara di Bumi yang terus bergeser ke arah yang lebih panas. Dan yang lebih mengkhawatirkan, suhu ekstrem kini semakin sering terjadi.

Dalam grafik tersebut, NASA menggunakan konsep `anomali suhu`, yaitu ukuran seberapa jauh suhu udara atau air menyimpang dari rata-rata normal. Data ini memperlihatkan perubahan suhu global sejak 1951 hingga 2025 dibandingkan rata-rata periode 1951–1980.

Warna biru tua menandakan masa ketika suhu lebih dingin dari normal, sementara warna oranye hingga merah menunjukkan periode yang jauh lebih panas.

Baca juga :
Studi Ungkap Batas Suhu Padi, Indonesia Hadapi Ancaman Penurunan Produksi

Seiring waktu berjalan, distribusi suhu dalam grafik tampak semakin bergeser ke kanan, tanda bahwa pemanasan terjadi secara konsisten.

Dikutip dari laman resmi, NASA mencatat bahwa pada 2025 sebagai tahun terpanas kedua dalam sejarah, puncak suhu global berada sekitar 1,2 derajat Celsius lebih tinggi dibandingkan rata-rata era 1951–1980.

Baca juga :
Waspada Super El Nino 2026, Suhu Global Berpotensi Pecah Rekor Baru

Kurva yang makin melebar juga menunjukkan bahwa pemanasan global bukan hanya membuat suhu rata-rata naik, tetapi juga memperbesar rentang suhu ekstrem. Artinya, gelombang panas yang dulu jarang terjadi kini menjadi lebih umum.

NASA menggunakan data dari GISTEMP, analisis suhu permukaan yang dikembangkan Goddard Institute of Space Studies. Dataset ini dibangun dari jutaan pengamatan ribuan stasiun cuaca, kapal, pelampung laut, hingga stasiun riset Antartika.

Baca juga :
Ilmuwan Temukan Emas Ternyata Reaktif di Tekanan Ekstrem, Ini Dampaknya

Para ilmuwan lebih memilih mengukur anomali suhu daripada suhu absolut karena suhu absolut bisa berbeda drastis dalam jarak dekat, misalnya antara lembah dan puncak gunung. Sebaliknya, anomali cenderung lebih konsisten dalam wilayah luas dan lebih akurat untuk memetakan tren global.

NASA menegaskan bahwa bukti pemanasan ini selaras dengan banyak temuan lain yang menunjukkan bahwa aktivitas manusia menjadi pendorong utama, terutama melalui emisi gas rumah kaca.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

pemanasan global NASA suhu ekstrem anomali suhu Bumi panas ekstrem 2025

Terpopuler

Rabu, 01/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Kroasia

Jum'at, 03/07/2026 03:03 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Australia vs Mesir

Kamis, 02/07/2026 07:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Swiss vs Aljazair

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777