https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Menjadi Petani dalam Islam, Profesi Mulia Bernilai Sedekah

Muhammad Habib Saifullah | Senin, 02/02/2026 14:15 WIB



Islam memandang bertani tidak sekadar aktivitas ekonomi, melainkan amal kebaikan yang bernilai ibadah dan membawa manfaat luas bagi makhluk hidup. Illustrasi - Petani Indonesia sedangan panen gabah (Foto istimewa/Jurnas)

Jakarta, Jurnas.com - Profesi petani memiliki kedudukan penting dalam kehidupan manusia karena berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan pangan.

Dalam pandangan Islam, bertani tidak sekadar aktivitas ekonomi, melainkan amal kebaikan yang bernilai ibadah dan membawa manfaat luas bagi manusia serta makhluk hidup lainnya.

Islam menempatkan pekerjaan yang menghasilkan kemaslahatan umum sebagai perbuatan mulia. Karena itu, aktivitas menanam, merawat, dan memanen hasil bumi dipandang sebagai bagian dari upaya memakmurkan kehidupan dan menjaga keberlangsungan ciptaan Allah SWT.

Keutamaan menjadi petani secara tegas dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

فلا يَغْرِسُ المُسْلِمُ غَرْسًا، فَيَأْكُلَ منه إنْسَانٌ، وَلَا دَابَّةٌ، وَلَا طَيْرٌ، إلَّا كانَ له صَدَقَةً إلى يَومِ القِيَامَةِ

Artinya: “Tidaklah seorang muslim menanam tanaman, kemudian manusia, hewan melata, maupun burung memakan hasilnya, melainkan baginya bernilai sedekah hingga hari kiamat.” (HR Muslim)

Setiap manfaat yang diambil dari tanaman, baik oleh manusia maupun makhluk lain menjadi sedekah yang pahalanya terus mengalir selama tanaman itu memberi manfaat.

Keistimewaan lain dari profesi petani adalah nilai keberlanjutan amalnya. Selama tanaman tumbuh dan dimanfaatkan, pahala akan terus dicatat, bahkan tanpa disadari oleh orang yang menanamnya. Inilah bentuk sedekah jariyah yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, bertani juga mengajarkan kesabaran dan tawakal. Petani bekerja keras mengolah lahan dan menanam benih, namun hasil akhirnya tetap bergantung pada kehendak Allah SWT.

Proses ini mendidik sikap rendah hati dan kesadaran bahwa manusia hanya bisa berusaha, sementara Allah yang menentukan hasilnya.

Islam juga mendorong umatnya untuk mencari rezeki dari usaha yang halal dan baik. Hasil pertanian yang diperoleh dari kerja tangan sendiri termasuk rezeki yang bersih dan tidak merugikan orang lain, sejalan dengan nilai keadilan dan keberkahan dalam muamalah Islam.

Dengan demikian, menjadi petani dalam pandangan Islam bukan sekadar profesi, melainkan jalan ibadah yang sarat nilai kebaikan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

keutamaan petani petani islam sedekah jariyah profesi mulia

Terpopuler

Minggu, 14/06/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Belanda vs Jepang

Sabtu, 13/06/2026 17:05 WIB
Olahraga

Prediksi Susunan Starting XI Timnas Brasil vs Maroko

Senin, 15/06/2026 01:01 WIB
Olahraga

Pelatih Turki Kecewa Timnya Kalah Lawan Australia

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777