https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Gangguan Tidur Bisa Rusak Usus dan Tubuh, Studi Besar Ungkap Hubungannya

Agus Mughni | Jum'at, 16/01/2026 22:18 WIB



Penelitian terbaru menyoroti peran penting usus dalam menjelaskan bagaimana gangguan tidur bisa menimbulkan risiko kesehatan jangka panjang Ilustrasi gangguan tidur (Foto: Pexels/Andrea Piacquadio)

Jakarta, Jurnas.com - Masalah tidur ternyata tidak hanya berdampak pada energi dan konsentrasi sehari-hari, tetapi juga memengaruhi kesehatan seluruh tubuh. Penelitian terbaru menyoroti peran penting usus dalam menjelaskan bagaimana gangguan tidur bisa menimbulkan risiko kesehatan jangka panjang.

Tinjauan besar terhadap lebih dari 50 penelitian melibatkan hampir 17.000 peserta menunjukkan pola konsisten, di antaranya orang dengan gangguan tidur kronis memiliki keragaman bakteri usus yang lebih rendah. Kondisi seperti insomnia dan sleep apnea menunjukkan perubahan paling jelas, sementara gangguan tidur jangka pendek memiliki efek minimal.

Perubahan bakteri usus ini tidak acak. Bakteri yang mendukung kesehatan usus dan mengontrol peradangan, seperti Faecalibacterium dan Lachnospira, menurun pada berbagai gangguan tidur. Sebaliknya, bakteri yang terkait inflamasi, termasuk Collinsella, meningkat, menciptakan lingkungan usus yang lebih rawan peradangan.

Baca juga :
Studi: Kurang Tidur Ubah Cara Tubuh Merespons Makanan

Kondisi ini memengaruhi tubuh secara menyeluruh karena peradangan usus dapat melemahkan penghalang usus, memungkinkan molekul inflamasi masuk ke aliran darah. Inflamasi kronis kemudian mengganggu ritme sirkadian, hormon, dan komunikasi antara usus dan otak, yang semakin memperburuk tidur.

Beberapa bakteri juga berhubungan langsung dengan sistem saraf. Misalnya, Oscillibacter, yang menurun pada insomnia dan sleep apnea, memengaruhi metabolit yang terkait dengan aktivitas GABA, neurotransmitter penting untuk relaksasi dan memulai tidur.

Baca juga :
Tak Cuma Korbankan "Jatah" Tidur, Ini Dampak Buruk Begadang

Penelitian ini menekankan bahwa gangguan tidur kronis meninggalkan jejak biologis lebih kuat dibandingkan kehilangan tidur sesekali. Pola perubahan bakteri yang sama muncul di berbagai gangguan tidur, menunjukkan jalur biologis serupa meski gejalanya berbeda.

Temuan ini membuka perspektif baru bahwa kesehatan tidur bukan hanya urusan otak, tapi melibatkan usus, sistem imun, dan metabolisme. Pendekatan berbasis diet dan mikrobioma mungkin suatu hari bisa mendukung terapi tidur, meski penelitian lebih besar dan standar diperlukan untuk memastikan efeknya.

Baca juga :
Sering Pusing saat Bangun Tidur? Ini Dia 7 Biang Keroknya

Studi ini dipublikasikan di SSRN Journal, membuka peluang bagi penelitian lanjutan tentang apakah memperbaiki kesehatan usus bisa menjadi strategi tambahan untuk meningkatkan kualitas tidur. (*)

Sumber: Earth

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Gangguan Tidur Insomnia dan Mikrobioma Sleep Apnea Usus Kurang Tidur

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777