https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Studi Ungkap Pola Makan Tinggi Protein Ini Dapat Melemahkan Infeksi Kolera

Agus Mughni | Senin, 12/01/2026 18:05 WIB



Kolera dikenal sebagai infeksi mematikan yang menyebar cepat melalui air tercemar dan menyebabkan diare hebat hingga dehidrasi fatal jika terlambat ditangani Studi Ungkap Pola Makan Tinggi Protein Ini Dapat Melemahkan Infeksi Kolera (Foto: Alomedika)

Jakarta, Jurnas.com - Kolera dikenal sebagai infeksi mematikan yang menyebar cepat melalui air tercemar dan menyebabkan diare hebat hingga dehidrasi fatal jika terlambat ditangani. Namun, riset terbaru menunjukkan bahwa faktor sederhana seperti pola makan dapat memengaruhi seberapa kuat bakteri kolera berkembang di dalam tubuh.

Penelitian ini menemukan bahwa jenis makanan yang dikonsumsi seseorang dapat menentukan apakah bakteri kolera mampu bertahan dan mendominasi saluran pencernaan. Temuan tersebut membuka peluang baru dalam upaya pencegahan kolera, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan.

Kolera disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae yang harus bersaing dengan mikroba alami usus untuk bertahan hidup. Persaingan ini sangat dipengaruhi oleh asupan nutrisi harian yang membentuk komposisi mikrobiota usus.

Baca juga :
Lemak Perut Bisa Picu Penyakit Jantung, Studi Ungkap Pola Makan Penawarnya

Dalam studi ini, para peneliti membandingkan efek diet tinggi lemak, karbohidrat sederhana, dan protein terhadap tingkat infeksi kolera. Hasilnya menunjukkan perbedaan yang mencolok, di mana makanan tinggi protein secara signifikan menekan kemampuan bakteri untuk menginfeksi usus.

“Skala dampaknya jauh lebih besar dari yang kami perkirakan,” kata Ansel Hsiao, profesor mikrobiologi dari University of California, Riverside. Ia menjelaskan bahwa tingkat kolonisasi kolera bisa berbeda hingga 100 kali lipat hanya berdasarkan jenis diet.

Baca juga :
Studi: Kurang Tidur Ubah Cara Tubuh Merespons Makanan

Dua sumber protein terbukti paling efektif, yakni kasein yang banyak ditemukan dalam produk susu, serta gluten gandum. Kedua protein ini secara konsisten melemahkan daya saing bakteri kolera di saluran pencernaan.

Peneliti menemukan bahwa protein tersebut mengganggu sistem senjata mikroskopis bakteri yang dikenal sebagai type 6 secretion system (T6SS). Sistem ini biasanya digunakan kolera untuk membunuh bakteri pesaing dan menguasai ruang di usus.

Baca juga :
Ilmuwan Temukan Jejak Stres dan Pola Hidup Manusia Ribuan Tahun Lalu

Ketika T6SS melemah, bakteri kolera kehilangan keunggulan biologisnya dan kesulitan membangun infeksi berat. Pendekatan ini tidak membunuh bakteri secara langsung, tetapi membuatnya kurang agresif dan lebih mudah dikendalikan oleh mikrobiota usus.

Temuan ini dinilai penting karena berbeda dari pendekatan antibiotik yang berisiko memicu resistansi. Menurut Hsiao, strategi berbasis nutrisi tidak menekan bakteri secara ekstrem sehingga kecil kemungkinan memicu evolusi bakteri yang lebih kebal.

Selain itu, intervensi berbasis makanan dinilai lebih murah, mudah diterapkan, dan aman secara regulasi dibandingkan obat-obatan baru. Hal ini menjadi krusial bagi negara berkembang yang masih menghadapi wabah kolera akibat keterbatasan air bersih dan sanitasi.

Meski penelitian ini masih dilakukan pada hewan, para peneliti optimistis hasil serupa dapat ditemukan pada manusia karena prinsip dasar mikrobiota usus relatif serupa. Uji lanjutan dengan mikrobioma manusia kini tengah disiapkan.

Para ilmuwan menegaskan bahwa diet bukan pengganti air bersih, sanitasi, atau perawatan medis. Namun, penelitian ini menunjukkan bahwa nutrisi berpotensi menjadi lapisan perlindungan tambahan dalam menghadapi penyakit menular mematikan.

Studi ini menegaskan bahwa makanan bukan hanya soal memberikan energi dan kesehatan umum, tetapi juga berperan dalam menentukan ketahanan tubuh terhadap infeksi serius. (*)

Penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal Cell Host & Microbe. Sumber: Earth

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Pola Makan Makanan Tinggi Protein Infeksi Kolera Pola Diet Vibrio cholerae

Terkini | Selasa, 28/04/2026 13:52 WIB

News

Trump Tidak Puas dengan Usulan Iran Soal Selat Hormuz

News

KPK Panggil Lagi Pengusaha Billy Beras Terkait Korupsi Proyek DJKA

News

Dies Natalis ke-64, GAMKI Soroti Dampak Konflik Timur Tengah

News

Gus Rosikh: Muktamar NU Harus Bersih dari Kepentingan Politik dan Cuan

News

Prabowo Perintahkan Korban Laka Kereta Bekasi Dapat Layanan Terbaik

News

Prabowo Pastikan Korban Kecelakaan KA Bekasi Dapat Kompensasi

News

Buntut Insiden Bekasi Timur, DPR Bakal Panggil Kemenhub, KAI dan KNKT

News

Prabowo Siapkan Rp4 Triliun Benahi Lintasan Kereta Api dan Bangun Fly Over

News

AS Tambah Dakwaan Pelaku Penembakan di Gedung Putih

News

Tragedi Kereta Bekasi, BPKN RI Sebut Sistem PT KAI Perlu Dievaluasi Total

News

DPR Segera Panggil Mendikdasmen, Evaluasi Standar Pendidikan Daycare

News

Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur, Ini Kata Pengamat Transportasi

News

Tabrakan Kereta di Bekasi Timur: 14 Meninggal Dunia, 84 Luka-luka

Gaya Hidup

Gunakan Kondom dalam Penelitian, Ilmuwan Temukan Fungsi Unik Menara Cicada

News

Komisi V Minta Pemerintah Tuntaskan Darurat Perlintasan Sebidang Kereta Api

News

Insiden Maut Kereta di Bekasi, Legislator Minta Evaluasi Sistem Keselamatan

News

Pimpinan DPR Minta Investigasi Total Tabrakan Kereta Bekasi Timur

Gaya Hidup

Tanaman Invasif Ini Bikin Nyamuk Tumbuh Lebih Cepat dan Hidup Lebih Lama

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777