https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Rajab Disebut Bulan Tuli, Ini Sejarah dan Pesan Spiritualnya

Agus Mughni | Jum'at, 09/01/2026 23:18 WIB



Bulan Rajab, salah satu bulan suci dalam kalender Islam, memiliki kedudukan istimewa bagi umat Islam dan dikenal dengan sejumlah nama yang sarat makna Ilustrasi Alasan Mengapa Bulan Rajab Disebut Bulan Tuli (Foto: Pexels/Alena Darmel)

Jakarta, Jurnas.com - Bulan Rajab, salah satu bulan suci dalam kalender Islam, memiliki kedudukan istimewa bagi umat Islam dan dikenal dengan sejumlah nama yang sarat makna. Salah satu sebutan yang paling unik adalah Al-‘Asham, yang secara harfiah berarti “tuli”.

Sebutan Al-‘Asham merujuk pada kondisi damai yang menyelimuti bulan Rajab sejak masa Arab pra-Islam. Dikutip dari berbagai sumber, pada periode ini, tidak terdengar suara peperangan, senjata, atau jeritan konflik, sehingga Rajab disebut sebagai bulan yang “tidak mendengar” hiruk-pikuk pertumpahan darah.

Dalam tradisi Jahiliyah, Rajab dihormati sebagai bulan suci yang mewajibkan penghentian total permusuhan. Perang yang sedang berlangsung dihentikan, senjata disimpan, dan dendam ditangguhkan sebagai bentuk penghormatan terhadap kesucian waktu.

Baca juga :
Lima Keistimewaan Bulan Rajab Dalam Pandangan Islam

Bahkan, penghormatan ini begitu kuat hingga masyarakat Arab berani mendatangi musuh lama, termasuk pihak yang pernah membunuh anggota keluarga mereka. Rajab menjadi ruang jeda sosial untuk menenangkan konflik dan memperbaiki relasi antarsuku.

Nilai penghormatan tersebut kemudian ditegaskan dalam ajaran Islam. Rajab ditetapkan sebagai salah satu dari empat bulan haram (Asyhurul Hurum) bersama Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram, sebagaimana disebutkan dalam QS. At-Taubah ayat 36.

Baca juga :
Inilah 7 Tradisi Isra Miraj di Indonesia yang Sarat Makna

Dalam bulan-bulan suci ini, umat Islam dilarang melakukan kezaliman dan peperangan. Al-Qur’an bahkan menegaskan bahwa berperang di bulan haram merupakan dosa besar, sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 217.

Makna Al-‘Asham tidak hanya bersifat historis, tetapi juga mengandung pesan spiritual yang relevan hingga kini. Rajab menjadi simbol penghentian konflik, pengendalian emosi, dan ajakan untuk memperbanyak amal kebaikan.

Baca juga :
Amalan Jumat Terakhir Bulan Rajab 2026 yang Bertepatan dengan Isra Miraj

Sebagai bulan pengantar menuju Sya’ban dan Ramadan, Rajab mengajak umat Islam melakukan introspeksi dan persiapan batin. Kedamaian yang tercermin dalam sebutan bulan tuli menjadi landasan untuk menata niat dan memperbaiki hubungan dengan sesama.

Dengan memahami makna Al-‘Asham, Rajab tidak sekadar dikenang sebagai bulan suci, tetapi dihidupkan sebagai momentum menghentikan konflik, menumbuhkan kedamaian, dan memperkuat nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Bulan Rajab Bulan Tuli Larangan bulan Rajab Tradisi Damai

Terkini | Rabu, 17/06/2026 03:31 WIB

Terpopuler

Minggu, 14/06/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Belanda vs Jepang

Senin, 15/06/2026 01:01 WIB
Olahraga

Pelatih Turki Kecewa Timnya Kalah Lawan Australia

Minggu, 14/06/2026 12:10 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Jerman vs Timnas Curacao

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777