https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Jelang Puasa Harga Pangan Naik, Harga Cabai Mengkhawatirkan

Redaksi | Kamis, 16/03/2023 21:54 WIB



Jelang Puasa Harga Pangan Naik, Harga Cabai Mengkhawatirkan Pedagang menata cabai rawit di Pasar tradisional. (Foto istimewa)

Jakarta, Jurnas.com - Jelang Ramadan, hampir semua komoditas pangan harganya naik. Menanggapi hal ini, Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri menyebut, kenaikan harga kebutuhan pangan biasanya terjadi saat fase pertama memasuki Ramadan atau tiga hari jelang bulan puasa.

Selain beras yang memang sudah lama harganya naik, harga minyak goreng curah juga naik kini antara Rp15.000-Rp16.000 per liter. Kemudian semua jenis cabe juga mengalami kenaikan harga.

Abdullah mengatakan, kenaikan harga jenis cabai rawit merah Abdullah yang mengkhawatirkan "Cabai rawit merah yang paling mengkhawatirkan dan mencekam harganya sudah di Rp 83.000 ada yang Rp 85.000 perkilogram," kata Abdullah di Jakarta, Kamis (16/3).

Baca juga :
Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara Terkait Pemerasan Sertifikasi K3

Kemudian, harga bawang merah kini sudah di atas Rp 40.000-Rp 43.000 per kilogram, harga bawang putih di kisaran Rp 36.000 per kilogram. Harga telur saat ini sekitar Rp 28.000-Rp 29.000 per kilogram. Sedangkan harga daging sapi dari sebelumnya Rp 140.000 per kilogram, kini Rp 145.000-Rp 147.000 per kilogram.

"Ini belum masuk fase pertama, fase pertama itu 3 hari menjelang Ramadan dimulai. Itu baru fase pertama dan itu harganya sudah tinggi. Walaupun memang permintaan sudah mulai ada kenaikan dari konsumen," imbuhnya.

Baca juga :
Presiden Lebanon Siap Tempuh Cara Mustahil Setop Perang

Abdullah menuturkan, harga cabai rawit merah di musim biasa dan normal ada dikisaran Rp 35.000-Rp 40.000 per kilogram. Kemudian bawang merah kondisi normal antara Rp 25.000-Rp 30.000, bawang putih Rp 26.000-Rp 28.000 per kilogram.

Meski demikian, Abdullah menyebut, kenaikan harga pangan jelang bulan puasa sudah pasti terjadi. Kondisi tren harga pangan yang naik diperkirakan akan bertahan sampai masuk fase pertama Ramadan.

Baca juga :
Pemerintah Ajak Anak Muda Jadi Pelopor Pembangunan Kawasan Transmigrasi

Abdullah mengatakan, kenaikan berkaca pada hukum supply and demand, saat puasa permintaan yang naik mendorong harga ikut naik. Saat ini saja permintaan konsumen sudah mengalami kenaikan. "Nah ini mengatasinya agar ada penurunan harga itu barangnya harus di stok sebanyak-banyaknya," imbuhnya.

Budi Waryanto, Direktur Ketersediaan Pangan Badan Pangan Nasional atau National Food Agency (NFA) mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan instrumen penugasan ke Bulog dan juga BUMN pangan untuk menjaga stok saat bulan puasa. "Badan Pangan sudah membuat instrumen penugasan ke Bulog dan BUMN Pangan untuk menjaga stok pangan, saat ini sudah berjalan dan terus ditingkatkan," jelasnya.

 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

IKAPPI Abdullah Mansur jelang Ramadan harga pangan naik

Terpopuler

Jum'at, 03/07/2026 03:03 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Australia vs Mesir

Kamis, 02/07/2026 07:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Swiss vs Aljazair

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777