https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Di Depan KAHMI, Prabowo Sampaikan Alasan Masuk Pemerintahan

Redaksi | Minggu, 27/11/2022 23:59 WIB



Didepan KAHMI, Prabowo sampaikan alasan masuk pemerintahan Menhan Prabowo Subianto pidato dalam Munas XI KAHMI di Palu, Sulawesi Tengah. (Foto istimewa)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengaku bersyukur memutuskan bergabung dengan pemerintahan Presiden Jokowi seusai Pilpres 2019. Menurut dia, bergabungnya Gerindra ke dalam koalisi pemerintahan menularkan nilai positif. Indonesia kini lebih kondusif karena masyarakat damai dan bersatu.

Baginya, ketegangan dan semangat rivalitas yang terjadi lazim terjadi seperti dalam pertandingan sepak bola antarkampung. Hal tersebut disampaikannya dalam Musyawarah Nasional (Munas) XI Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Sabtu (26/11.

"Sekarang jadi contoh, kita bisa damai, kita bersatu. Ada ketegangan, semangat rivalitas, itu biasa. Sepak bola saja suka berkelahi di kecamatan, yang dikejar pun wasitnya," kata Prabowo, dikutif dari keterangan tertulisnya, di Jakarta, Minggu (27/11/2022).

Baca juga :
Komisi XIII DPR Kecam Israel, Dukung Upaya Pemerintah Selamatkan 5 WNI

Padahal, ungkap Prabowo, ketegangan horizontal sempat membuncah pada Pilpres 2019 bahkan memicu tragedi 22 Mei. Kala itu, massa pendukungnya mengadakan aksi di depan Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang akan menggelar rapat dugaan pelanggaran pemilihan umum (pemilu).

Hal tersebut sempat membuatnya gusar. Prabowo lantas memilih mendatangi para pemilihnya pada 22 Mei dini hari. "Itu (massa aksi) banyak yang kena gas air mata. Ada anak 18 tahun itu lihat saya (dan mengatakan), `Pak Prabowo, kami siap mati untuk Pak Prabowo,`" ucap Prabowo meniru pendukungnya tersebut.

Baca juga :
Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadiri Rapat Paripurna DPR Bahas RAPBN 2027

Prabowo lantas turun dari kendaraannya dan mendekati pendukungnya. "Kamu enggak boleh mati untuk saya. Kamu harus hidup untuk orang tuamu dan untuk bangsa Indonesia." Menurutnya, kondisi tersebut bila dilanjutkan akan mengancam stabilitas.

Ketua Umum Gerindra ini lantas berupaya bijak dengan menyerukan para pendukungnya untuk pulang. Langkah itu diambilnya karena sebagai pemimpin memiliki tanggung jawab besar. "Saya minta semua pendukung saya pulang kembali supaya tidak ada perpecahan. Kita tidak boleh pecah, Saudara-Saudara. Siapa yang jadi presiden, gubernur enggak masalah, yang penting bekerja untuk rakyat Indonesia," tuturnya.

Baca juga :
Rudianto Lallo Soroti Potensi Abuse of Power dalam Penanganan Korupsi

Prabowo melanjutkan, dirinya lantas mengumpulkan para pimpinan partai politik (parpol) pendukungnya guna membahas masalah tersebut. Lalu, tiba-tiba utusan Jokowi mendatanginya dan mengajukan rekonsiliasi. "Saya setuju rekonsiliasi dan baik, kami terima. Dan waktu itu, Gerindra diminta masuk pemerintah," ujarnya.

 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Menhan Prabowo Subianto KAHMI Pemerintahan

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777