https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Peneliti China Buktikan Cabai Mampu Turunkan Risiko Kematian

Sundari | Selasa, 01/01/2019 23:29 WIB



Menurut Lu Qi, lebih hebatnya lagi kalau tiap hari mengkonsumsi cabai risiko kematiannya bahkan lebih rendah sampai 14%.  Cabai (Foto: Kementan)

Jakarta - Makanan China seperti halnya makanan Nusantara,  memunyai beragam makanan yang eksotis. Makanan China yang asal-usulnya berasal dari daeraih Guang Dong atau Guang Zhou atau Kanton, rata-rata menggunakan cabai dengan segala macam variasi dan cara pengolahannya.

Bagi orang Amerika makanan China yang pedas di antaranya adalah mapo tofu dan hot pot. Dua menu ini adalah menu khas Kanton yang dalam sejarah merupakan asal-usul para pelaut Cina yang pernah berlayar ke seluruh penjuru dunia dari Madagaskar, Nusantara, Formosa hingga pantai barat Brazilia.

Lu Qi peneliti di Harvard School of Public Health, adalah salah seorang peneliti yang berasal dari China. Dia adalah ahli epidemiologist. "Hampir tiap hari aku memakan yang terasa  pedas," kata Lu Qi.

Baca juga :
Igor Tolic Resmi Jadi Pelatih Baru Persib Bandung
Tradisi makanan pedas inilah yang menginspirasi Lu qi bersama rekan-rekannya melakukan penelitian pada kurang lebih 500 ribu orang di China yang mempunyai tradisi makan pedas. Penelitian itu menemukan bahwa asupan cabai tiap hari ternyata mempunyai dampak yang bagus bagi kesehatan.

Podcast Christoper Intagliata di situs Scientifif American, pada bulan Agustus tahun 2015 lalu mencatat bahwa penelitian Lu Qi yang dilakukan di Cina memperlihatkan bahwa orang yang mempunyai kebiasaan makan cabai beberapa kali dalam seminggu ternyata mempunyai tingkat risiko kematian 10 persen lebih rendah daripada yang tidak mempunyai tradisi itu.

Baca juga :
Niat dan Tata Cara Salat Idul Adha Berdasarkan Sunnah
Penelitian itu melibatkan setengah juta orang yang berumur antara 30 hingga 79 tahun. Mereka diberi pertanyaan tentang tradisi makan mereka, Sesudah itu data yang diperoleh kemudian ditelusuri sampai rata-rata tujuh tahun.  Selama masa itu 20.000 orang meninggal.

Setelah menghitung beberapa faktor seperti kebiasaan merokok, dan pendapatan orang-orang yang diteliti, peneliti menemukan bahwa risiko kematian mereka pada yang gemar makanan pedas ternyata 10% lebih rendah daripada yang tidak suka.

Baca juga :
27 Mei 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini
Menurut Lu Qi, lebih hebatnya lagi kalau tiap hari mengkonsumsi cabai risiko kematiannya bahkan lebih rendah sampai 14%.  Manfaat cabai ini juga merata baik pada laki-laki ataupun perempuan, Penelitian itu sendiri  dipublikasikan di British Medical Jurnal bulan Juni 2015.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Khasiat Cabai Penelitian Tanaman Kuliner China

Terpopuler

Rabu, 08/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Spanyol vs Belgia

Kamis, 09/07/2026 03:03 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Argentina vs Swiss

Rabu, 08/07/2026 13:30 WIB
Olahraga

MU Incar Tchouameni, Madrid Pasang Harga Rp2,1 Triliun

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777