Minggu, 19/04/2026 03:53 WIB

2025, Ekonomi Digital Bakal Capai US$124 Miliar





Indonesia adalah negara dengan internet economy terbesar dan tercepat di Asia Tenggara.

Ilustrasi E-Commerce. (foto: idcloudhost.com)

Jakarta, Jurnas.com - Tahun 2025, Ekonomi digital Indonesia diprediksi bakal melesat tiga kali lipat, dari US$44 miliar pada tahun 2020 menjadi US$124 miliar.

Hal tu didukung oleh populasi penduduk Indonesia yang masif dan sudah banyak yang terdigitalisasi.

“Indonesia adalah negara dengan internet economy terbesar dan tercepat di Asia Tenggara," kata Chief Executive Officer (CEO) BRI Venture Nicko Widjaja dalam diskusi virtual "The 6th International Conference on Management in Emerging Market (ICMEM) 2021," Kamis (10/8/2021).

Nicko mengatakan potensi ekonomi ini akan membawa keuntungan bagi perusahaan rintisan teknologi yang telah memanfaatkan teknologi digital, seperti  industri e-commerce yang mendapat manfaat dari kebiasaan belanja daring selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Selain itu kebiasaan untuk pengiriman makanan ke rumah dapat meningkatkan perkembangan perusahaan rintisan agregator pengiriman makanan.

Hal serupa diungkapkan Suhaiza Zailani dari University of Malaya. Menurut dia, perusahaan perlu memanfaatkan teknologi digital untuk beradaptasi dengan keadaan pascapandemi COVID-19 untuk menuju bisnis yang bertahan dan berkelanjutan.

Aktivitas masyarakat yang dibatasi selama pandemi mengakibatkan digitalisasi menjadi suatu keharusan bagi perusahaan untuk tetap bertahan.

Suhaiza mengungkapkan di Malaysia, COVID-19 berhasil mengubah pola pikir korporasi ke arah digitalisasi yang sebelumnya gagal. Teknologi digital memungkinkan konektivitas yang lebih baik dan sebagai alat untuk memungkinkan cara kerja baru.

“Perusahaan meningkatkan teknologi dan sistem mereka dan memastikan karyawan dapat terhubung,” ujar Suhaiza.

Dia mengungkapkan ada beberapa tantangan pascapandemi yang dihadapi perusahaan yaitu model bisnis baru, perubahan teknologi, perubahan ekspektasi pelanggan, dan masalah keberlanjutan.

Oleh karena itu perusahaan perlu mereorganisasi proses bisnis, melakukan penghematan biaya, melakukan diversifikasi bisnis, dan menerapkan konsep keberlanjutan.

KEYWORD :

Ekonomi Digital Nicko Widjaja Teknologi




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :