Sabtu, 18/09/2021 14:51 WIB

Sudah Terserap Rp 44,5 Triliun, Kementan Sebut KUR Terbukti Bantu Petani

Perguliran KUR pertanian di seluruh daerah harus terus didorong sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas produktivitas, kesejahteraan dan perekonomian masyarakat, khususnya di masa pandemi COVID-19.

Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementan, Ali Jamil. (Foto: Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan serapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian terus berjalan dengan baik. Hingga kini, KUR yang sudah terserap Rp 44,5 triliun dari total alokasi untuk pertanian sebesar Rp 70 triliun

"Hal ini menunjukan bahwa KUR pertanian sangat diminati dan terbukti membantu petani baik dari hulu sampai hilir," ujar Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementan, Ali Jamil pada webinar `KUR Pertanian 70 T Uang Siapa?` Kamis (5/8)

Ali mengatakan, perguliran KUR pertanian di seluruh daerah harus terus didorong sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas produktivitas, kesejahteraan dan perekonomian masyarakat, khususnya di masa pandemi COVID-19.

"Namun perlu diingat bahwa KUR ini bukan dana APBN, dimana pemerintah hanya memberikan subsidi bunga KUR sebesar 6 persen per tahun. Karena itu, setiap debitur yang mendapatkan pinjaman wajib untuk mengembalikan," kata dia.

Asisten Deputi Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Menko Perekonomian, Gede Edy Prasetya mengatakan, serapan KUR dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Karena itu, Gede menargetkan,ke depan serapan KUR pertanian mampu mencapai 1 triliun dalam satu hari.

"Kami memiliki target 1 triliun 1 hari. jadi kalau bisa di gaspol, maka hasilnya akan lebih bagus. Mudah-mudahan dengan kesempatan yang dibuka lebih luas ini, bapak dan ibu para petani bisa mendapatkan kredit KUR untuk hasil yang lebih maksimal," kata Gede.

Menurut Gede, program KUR adalah bentuk kehadiran negara terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani Indonesia. Apalagi, tahun ini pemerintah memutuskan suku bunga yang dibebankan tidak lebih dari 3 persen.

"Dengan begitu kita berharap cita cita dalam membuat koorporasi petani bisa dilakukan dengan baik. Apalagi terkait pertanian yang sangat bagus perkembangannya. Dengan KUR rakyat menjadi makmur," kata Gede.

Direktur Pembiyaan Pertanian Kementan, Indah Megahwati mengatakan, pelaksaan perkreditan KUR sejauh ini sudah dibagi menjadi beberapa klaster. Diantaranya klaster padi, jagu, hortikultura, peternakan dan tanaman pangan.

"Jadi kami infokan, KUR kami ini sistemnya sudah klaster, dimana ada klaster tanaman pangan, padi, jagung dll. Dengan KUR kita akan memiliki keuntungan yang berlipat. Misalnya ambil KUR Rp10 juta 4 bulan kemudian bisa Rp40 juta dan tidak ada kredit macet karena kita ada offtaker," kata dia.

Sementara itu, Assistant Vice President Micro Sales Management Division PT Bank Rakyat Indonesia, Asep Nugraha Sukma menambahkan bahwa kredit usaha rakyat akan diberikan kepada masyarakat yang memiliki usaha produktif dan layak dalam mengajukan pinjaman.

"Intinya adalah debitur yang bisa kita biayai adalah mereka yang belum memiliki kesempatan menikmati layaman KUR," tutup dia.

TAGS : KUR Pertanian Ali Jamil Kementerian Pertanian




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :