Kamis, 05/08/2021 17:01 WIB

Israel Desak AS dan Sekutu Jawab Ancaman Iran

Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett, mendesak Amerika Serikat (AS) dan sekutunya bangkit terhadap ancaman Iran, di saat pembicaraan mengenai pembatasan nuklir Teheran terus bergulir.

Politisi sayap kanan Naftali Bennett menyampaikan pernyataan di Knesset, Parlemen Israel, di Yerusalem 30 Mei 2021. Yonatan Sindel/Pool via Reuters

Tel Aviv, Jurnas.com - Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett, mendesak Amerika Serikat (AS) dan sekutunya bangkit terhadap ancaman Iran, di saat pembicaraan mengenai pembatasan nuklir Teheran terus bergulir.

Bennett mengatakan, "rezim brutal Iran berupaya untuk membangun senjata nuklir", tudingan yang berulang kali dibantah Iran.

Sementara itu sejumlah diplomat menyebut telah ada kemajuan untuk memperbarui kesepakatan, tetapi masih ada celah yang harus dijembatani. Israel menentang kesepakatan ini.

Diketahui, Iran baru saja memilih tokoh garis keras Ebrahim Raisi sebagai presiden baru pada Jumat pekan lalu. Presiden terpilih Iran yang akan dilantik pada Agustus nanti, berada di bawah sanksi AS dan diduga terkait dengan eksekusi tahanan politik di masa lalu.

Dan sejak April lalu, negosiator dari enam negara penandatangan yaitu AS, Inggris, Prancis, China, Rusia dan Jerman telah mengadakan pembicaraan dengan Iran untuk menghidupkan kembali pakta nuklir disertai imbalan keringanan sanksi.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa para pihak yang bernegosiasi selangkah lagi mencapai kesepakatan, tetapi jarak yang tersisa saat ini "bukan pekerjaan mudah".

Enrique Mora, perwakilan Uni Eropa, sependapat dengan Araqchi, mengatakan kemajuan dalam masalah teknis telah memberi mereka kejelasan yang lebih besar, memberi mereka "gagasan yang jelas tentang apa masalah politik".

Penasihat keamanan nasional AS, Jake Sullivan, menyebut masih ada banyak masalah yang harus disepakati termasuk sanksi dan komitmen yang perlu dibuat Iran. Menurutn dia, Iran saat ini memperkaya uranium pada tingkat tertinggi yang pernah ada, meskipun masih kekurangan apa yang dibutuhkan untuk membuat senjata tingkat nuklir.

TAGS : Israel Amerika Serikat Iran Naftali Bennet




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :