Sabtu, 24/07/2021 09:36 WIB

Israel Bikin Ekonomi Gaza Makin Lumpuh

sekitar 4.000 truk dilarang masuk, mengangkut barang dan kebutuhan pokok yang kini menumpuk di pelabuhan dan gudang dengan biaya yang mahal bagi pemiliknya.

Jalur penyeberangan aktivitas ekonomi Gaza (foto: Middleeast)

Jakarta, Jurnas.com - Komite Populer Menentang Pengepungan (PCAGS) menilai, penutupan terus-menerus Israel atas satu-satunya penyeberangan perdagangan Gaza adalah bentuk hukuman kolektif dan memperburuk penderitaan manusia dan ekonomi penduduk di Jalur Gaza.

Perlintasan Karm Abu Salem (Kerem Shalom), yang merupakan jalur kehidupan ekonomi Gaza, kini telah ditutup selama 33 hari, mengurangi pekerjaan pembangkit listrik utama, dan memperparah krisis bahan bakar di daerah tersebut.

Dilansir Middleeast, Minggu (13/06), sekitar 4.000 truk dilarang masuk, mengangkut barang dan kebutuhan pokok yang kini menumpuk di pelabuhan dan gudang dengan biaya yang mahal bagi pemiliknya.

Beberapa bisnis terpaksa tutup karena kekurangan bahan untuk beroperasi, meningkatkan tingkat pengangguran, yang kini telah mencapai hampir 65 persen.

Impor bahan bantuan, bantuan internasional dan bahan makanan juga menderita akibat penutupan tersebut.

Kelompok-kelompok hak asasi mengatakan Israel menggunakan penutupan itu sebagai cara untuk memeras faksi-faksi Palestina untuk menyetujui persyaratannya dalam pembicaraan pasca gencatan senjata.

Negara pendudukan melakukan kampanye serangan udara di Gaza pada Mei yang berlangsung selama 11 hari dan menewaskan 254 orang, termasuk 66 anak-anak.

TAGS : Ekonomi Gaza Pemerintah Israel Penutupan Perbatasan




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :