Kamis, 17/06/2021 13:09 WIB

Amnesty International Desak Penyelidikan Penyerang Kantor Media di Gaza

Amnesty International juga meminta Pengadilan Kriminal Internasional untuk menyelidiki serangan Israel di kamp pengungsi al-Shati

Warga berkumpul di depan gedung perkantoran kantor AP dan media lainnya di Kota Gaza yang hancur setelah dibongkar oleh pesawat tempur Israel, Sabtu, 15 Mei 2021. (AP Photo / Hatem Moussa)

Jakarta, Jurnas.com - Amnesty International pada Senin menyerukan penyelidikan atas penghancuran gedung al-Jalaa yang menampung kantor media asing oleh pesawat tempur Israel di Jalur Gaza.

Pada Sabtu, pesawat tempur Israel menghancurkan Menara al-Jalaa, yang menjadi kantor berbagai media, termasuk Al Jazeera dan Associated Press (AP).

Rudal Israel juga menewaskan dua ibu Palestina dan delapan anak di kamp pengungsi al-Shati di selatan Jalur Gaza.

"Serangan langsung terhadap warga sipil adalah kejahatan perang," kata Amnesty International di Twitter, sambil menambahkan bahwa mereka "sangat prihatin atas meningkatnya jumlah korban tewas di Gaza".

Kelompok hak asasi manusia yang berbasis di London meminta Pengadilan Kriminal Internasional untuk menyelidiki serangan Israel di kamp pengungsi al-Shati.

“Serangan Israel terhadap menara al-Jalaa yang menghancurkan rumah warga, kantor Al-Jazeera, kantor Associated Press juga harus diselidiki sebagai kejahatan perang. Penyelidikan itu sesuai dengan pola hukuman kolektif Israel terhadap penduduk Palestina," tekan Amnesty.

Setidaknya 212 warga Palestina tewas, termasuk 58 anak-anak dan 35 wanita, dalam serangan Israel di Jalur Gaza sejak pekan lalu, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

Lebih dari 1.235 orang juga terluka dan puluhan bangunan hancur atau rusak dalam serangan Israel.

Sepuluh orang Israel juga tewas dalam tembakan roket Palestina dari Jalur Gaza ke Israel.

Ketegangan baru-baru ini yang bermula di Yerusalem Timur selama bulan suci Ramadan menyebar ke Gaza akibat dari serangan Israel terhadap jamaah Muslim di kompleks Masjid al-Aqsa dan daeraj Sheikh Jarrah.(AA)

TAGS : Israel Kantor Media Gaza Amnesty International




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :