Rabu, 16/06/2021 06:03 WIB

Pengamat: Siswa Belum Disiapkan Belajar Era Digital

Era digital menuntut peserta didik untuk bergeser dari sistem pembelajaran konvensional. Demikian disampaikan oleh pemerhati pendidikan Indra Charismiadji.

Pemerhati pendidikan dari Center for Education Regulations and Development Analysis (CERDAS) Indra Charismiadji (Foto: Muti/Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com - Era digital menuntut peserta didik untuk bergeser dari sistem pembelajaran konvensional. Demikian disampaikan oleh pemerhati pendidikan Indra Charismiadji.

Dengan dibukanya pembelajaran tatap muka (PTM) di setiap satuan pendidikan, menurut Indra, siswa seyogyanya tidak lagi harus datang ke sekolah.

"Tapi dengan dia enggak harus datang ke sekolah, bukan berarti dia enggak belajar. Karena semua bisa terdeteksi, semua ada data menggunakan learning management system (LMS)," terang Indra kepada awak media pada Rabu (5/5) di Jakarta.

"Kita menggunakan LMS itu bahkan kita bisa tahu dia itu baca halaman berapa, berapa lama itu kita tahu. Itu yang namanya teknologi," ujar Direktur Center for Education Regulations and Development Analysis (CERDAS) tersebut.

Dunia pendidikan saat ini, lanjut Indra, tak berbeda jauh dari dunia kerja modern yang tidak selalu menuntut kehadiran fisik di kantor. Sebab segalanya kini bisa memanfaatkan teknologi digital.

"Sedangkan dengan model belajar saat ini  nampaknya anak-anak kita belum disiapkan untuk bekerja di era digital, belajar di era digital," terang dia.

Selain mendorong siswa hijrah ke sistem pembelajaran digital, Indra memandang guru yang terlebih dahulu harus berbenah, terutama dalam hal pola pikir (mindset).

"Gurunya harus di-unlearn. Yang ibaratnya tadinya masak pakai dandang, sekarang diajarkan buat masak pakai rice cooker. Ini yang namanya pedagogi modern," tutup dia.

TAGS : Era Digital Indra Charismiadji PTM Pembelajaran Tatap Muka




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :