Selasa, 28/05/2024 08:31 WIB

Lawan Covid-19, Pakistan Batasi Perjalanan dari Iran dan Afghanistan

Pakistan melarang pergerakan pejalan kaki dari negara tetangga Iran dan Afghanistan dalam upaya untuk menahan penyebaran virus corona.

Pesawat duduk di landasan di Bandara Internasional Islamabad yang baru dibangun pada 8 Mei 2018 [AAMIR QURESHI / AFP via Getty Images]

Jakarta, Jurnas.com - Pakistan melarang pergerakan pejalan kaki dari negara tetangga Iran dan Afghanistan dalam upaya untuk menahan penyebaran virus corona.

Keputusan yang akan berlaku mulai 4-20 Mei diambil pada pertemuan Pusat Komando dan Operasi Nasional, sebuah badan pemerintah yang menangani strategi anti-virus negara itu, di ibukota Islamabad dengan Menteri Perencanaan Asad Umar sebagai ketua.

Warga negara Pakistan dan orang-orang dengan kasus medis darurat ekstrim akan diizinkan masuk ke negara itu dari kedua negara bagian. Semua pergerakan pejalan kaki keluar akan diizinkan.

Terminal perbatasan antara ketiga negara juga akan tetap buka sepanjang minggu untuk keperluan perdagangan dan kargo.

"Dengan munculnya berbagai varian dan untuk menahan impor mutasi baru ke Pakistan, kebijakan Pengelolaan Perbatasan Darat dengan Afghanistan dan Iran saat ini telah ditinjau untuk memastikan pergerakan pejalan kaki masuk yang diatur dan pengelolaan protokol COVID yang efektif di terminal perbatasan," bunyi pernyataan mereka dilansir Middleeast, Senin (03/05).

Pakistan baru-baru ini mendeteksi varian COVID-19 Inggris, Brasil, dan Afrika Selatan, mengkhawatirkan peningkatan lebih lanjut pada infeksi yang sudah meningkat.

Ia juga melarang perjalanan darat dan udara dari India, di mana rekor infeksi dan kematian telah membanjiri sistem perawatan kesehatan.

Pemerintah juga telah memutuskan untuk meningkatkan kekuatan petugas kesehatan dan keamanan di terminal perbatasan dengan Iran dan Afghanistan untuk implementasi protokol pengujian, dan mengontrol kepadatan lalu lintas yang tinggi.

Pejalan kaki yang masuk akan menjalani tes antigen cepat, dan warga negara Pakistan yang dites positif akan dipindahkan ke fasilitas karantina terdekat.

Pejalan kaki Afghanistan yang masuk dengan pengecualian yang dites positif akan dikembalikan ke negara asalnya.

Pemindaian termal untuk semua pengemudi dan rekan pengemudi akan dilakukan setibanya di terminal perbatasan. 

Kasus gejala akan menjalani pengujian, dan kasus positif akan ditangani sesuai prosedur tersebut.

Pakistan telah mendaftarkan 829.933 kasus virus, termasuk 18.070 kematian.

KEYWORD :

Virus Corona Perbatasan Iran Wilayah Pakistan




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :