Sabtu, 19/06/2021 01:40 WIB

Ada 97 Proyek Energi Terbarukan di Indonesia

Indonesia pada 2020 mengklaim investasi energi terbarukan sebesar USD24,4 miliar

Ilustrasi Energi Terbarukan (Istimewa)

Jakarta, Jurnas.com - Investasi energi baru terbarukan di Indonesia jadi salah satu yang paling menonjol di dunia dengan nilai mencapai USD12 miliar, ujar laporan lembaga audit Ernst and Young yang diluncurkan Senin.

Laporan berjudul “Green recovery opportunities in Southeast Asia, Japan, South Korea and Taiwan” mengidentifikasi ada total 97 proyek energi terbarukan yang akan menghasilkan listrik 4 giga watt di Indonesia.

“Proyek-proyek ini bisa menciptakan 34 ribu pekerjaan, serta menurunkan emisi,” ujar laporan tersebut.

Menurut laporan ini, minat kalangan swasta untuk mengembangkan energi terbarukan di Indonesia makin besar. Mereka siap mengucurkan modalnya.

“Namun, transisi energi bersih bisa dipercepat jika hambatan-hambatan diatasi oleh pemerintah, sehingga sektor swasta makin tertarik,” ujar laporan itu.

Hambatan tersebut antara lain masalah pendanaan dan masalah non finansial, seperti regulasi, administratif, dan komersial proyek.

Sumber energi yang menarik minat adalah panas bumi, solar panel dan angin.

Menurut laporan itu, Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai pemegang monopoli pemasok energi memegang peranan penting dalam pengembangan masa depan energi terbarukan.

PLN harus memastikan kesesuaian rencana pengembangan listrik tahunan dan rencana diumumkan pemerintah, ujar laporan tersebut.

Selain itu perusahaan ini juga harus memastikan proses pengadaan yang transparan, mengadopsi pendekatan Feed in Tariff (FiT) dan mempersingkat proses negosiasi power purchase agreement (jual beli listrik/PPA).

PLN juga harus bisa menjembatani pembiayaan yang dapat dijadikan paket stimulus proyek skala kecil,” ujar laporan itu.

Hal ini sangat dimungkinkan karena sebanyak 61 dari 97 proyek yang teridentifikasi mempunyai nilai investasi kurang dari USD 50 juta.

Indonesia pada 2020 mengklaim investasi energi terbarukan sebesar USD24,4 miliar.

Sedangkan realisasi pembangunan pembangkit tahun lalu mencapai 10.467 mega watt (MW).

Tahun ini pemerintah menargetkan investasi sebesar USD2 miliar.

Target ini berasal dari panas bumi sekitar USD0,73 miliar, bio-energi USD 0,07 miliar, aneka EBT USD1,24 miliar, dan konservasi energi sebesar USD 0,01 miliar

Sedangkan penambahan kapasitas pembangkit listrik energi terbarukan ditargetkan mencapai menjadi 11.373 MW.(Anadolu Agency)

TAGS : PLN Energi Terbarukan Listrik




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :